Wednesday, March 26, 2008

reportase di siang bolong

hari ini sebatang pensil 2B Faber Castle yang sudah usang dan sudah sangat pendek berhasil saya temukan di selipan kolong tempat tidur.
dia sekarat!
sekarat karena sudah tidak pernah terpakai oleh si pemiliknya.
berikut laporan wawancara dengan pensil berinisial FC tersebut:

"apakah anda sudah lama tergeletak disana?"

"iyah..lumayan..saya sekarat.."

"kenapa?"

"karena dilupakan si pemilik..sudah tidak pernah dipakai..sudah tidak berguna.."

"kenapa tidak berteriak saja..protess kepada si pemilik..bilang.. 'jangan mawu enaknya saja, sudah tidak berguna diterlantarkan..' begitu.."

"tidak mawu.."

"kenapa? anda rugi sendiri.."

"karena saya pencil berkualitas dan bagus..dan terlebih dari itu, saya egois.."

"khahahahahaha"
*saya tertawa. miris. saya jadi ingat, ibarat pepatah ni, "udah miskin, sombong!" belum sempet mengajukan pertanyaan lagi FC kembali berbicara..

"saya tidak mengijinkan orang tau apa yang mereka akibatkan sama saya..saya gamau dia tau tentang ini..terlepas apakah itu berarti saya terlalu kejam pada diri sendiri atau tidak.."

"glek.."
*saya menelan ludah. kasian juga. saya jadi menyesal sudah menertawakan, walaupun dalam hati. lalu tanpa melanjutkan dengan pertanyaan lain, ia lagi-lagi berbicara..

"apa seharusnya ia tau ya?
hmm..tidak tidak..saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.."

"tapi berarti anda menyiksa diri sendiri bukan?"

hening.

"halo?"

hening.

"asalamualaikuum.."

hening.

kasihan. ia kehilangan daya hidup karena merasa sudah tidak berguna dan kalah.

Tuesday, March 25, 2008

kisah pertemuan dua alien

"hallo apa kabar?"
sambil tersenyum manis berusaha ramah namun tetap kaku.

"hallo.."
hanya sepotong dan tetap terlihat kaku.

jeda panjang..

"OH IYAHH!!saya lupa saya makhluk Saturnus. pantas ia tampak tidak ramah.
dan menghindar."
pikir si Makhluk Saturnus yang menegur pertama kali. yang mencoba untuk ramah.

"dan kamu makhluk Bumi yang kabarnya sempurna itu ya? dan saya makhluk Saturnus yang wujudnya abstrak menurut kamu itu ya? tapi menurut sesama makhluk Saturnus di planet saya, saya tidak tampak menjijikkan kok.."
pikir Makhluk Saturnus yang bingung.
masih dalam posisi saling menatap dan tersenyum kaku.
tidak tau harus apa.
tanpa sepatah kata pun terucap dan terdengar.

masih saling tersenyum.
menatap.
kosong dan tanpa arti.

"baiklah.."
kata Makhluk Saturnus menyudahi karena ia merasa bingung.

dan Makhluk Saturnus pun berlalu.
sambil bersedih karena ia merasa dirinya aneh.
ia berlalu dan meninggalkan panggung.
meninggalkan sesuatu yang ia pikir sebagai "Makhluk Bumi" yang katanya sempurna itu, yang masih dalam diam nya.
entah takjub, entah jijik.

dan Makhluk Saturnus pun berlalu.
sambil bersedih karena ia merasa dirinya aneh.
ia berlalu dan meninggalkan panggung.
meninggalkan sesuatu yang ia pikir sebagai "Makhluk Bumi" yang katanya sempurna itu,
dan yang ternyata, makhluk itu juga bukan makhluk bumi, tapi alien lain.
yang masih dalam diam nya.
entah takjub, entah jijik.

atau mungkin pada kenyataannya ini cuma imajinasi Makhluk Saturnus yang terlalu liar saat ia bertemu makhluk lain selain dirinya.
tapi yasudah, waktu sudah bergulir.
mereka pun sudah berlalu.
Makhluk Saturnus bertemu dengan Makhluk Mercuri di sebuah detik.
dan berlalu di detik yang lain.

"Hallo,,katanya saya makhluk Saturnus"

Saturday, March 22, 2008

apa?

dia menjauh, berdiri di depan cermin dan menatap lurus dan dingin.
aku berdiri, menjauh, dan membeku depan cermin.

"apa si yang kamu cari?"

"..."

"apa? tantangan? pembuktian? apa?

"..."

"kamu pikir kamu siapa?"

"..."

"apa YANG KAMU CARI? jawab.."

"gatau..."

aku berlalu, gelisah.
dia menjauh, berdiri di depan cermin dan menatap lurus dan dingin.
aku berdiri, menjauh, dan membeku depan cermin.

"apa"
"yang"
"kamu"
"cari?"

ia berbicara lagi. bertanya terus terus dan terus menerus. mulai jengah.
di ruangan 3x4 ini ia berdiri sendiri.
dengan cermin.

Friday, March 7, 2008

nyaman

Bandung malam, dingin, hujan, dan basah.

di jalan lampu-lampu kendaraan berpendar memberkas-berkas akibat terpantul air hujan yang jatuh.
di jalan pikiran yang mulai lelah melesat mendahului raga yang masih berlabuh.

Lucu, bagaimana pikiran yang lelah bisa terpisah dari raga nya.

melesat dan sampai di rumah.

*tiba-tiba hidung mendeteksi bau imajiner yang sangat familiar dan
angan ikut bermain dengan visualisasi maya

bau sprei yang baru di ganti menyeruak,
bantal-bantal dakron empuk memanggil raga,
dan hawa dingin yang mengendap di dalamnya menambah nilai kenyamanan,
selimut hijau lumut yang hangat tertumpuk tidak rapi di sudut dan tetap hangat,

meringkuk di dalamnya dengan bantal-bantal empuk tadi menjadi cita-cita utama jangka pendek.

saya hanya mengantuk.