Saturday, January 17, 2009

menjadi low fat milk

Susu itu khasiatnya justru terletak pada lemaknya.
Nutrisinya ada pada lemaknya.
Tanpa isi dan nutrisi yang terkandung dalam lemak, susu hanya akan menjadi cairan berwarna putih yang punya rasa, khasiatnya menjadi tidak lengkap.
Tunggu, tunggu, bahkan susu tanpa lemak rasanya tidak segurih susu dengan lemak normal.
susu tanpa lemak.
jadi kosong.
just like a milk loose it’s fat.
milk loose it's faith and it's positivity.
It’s substance less.

Sunday, January 11, 2009

Balada angkot ungu dan ibu-ibu yang mencari tau*

*mencari tau apakah kamu seonggok makhluk hidup dungu yang mudah tertipu


Modus operandi:

1. Seorang ibu-ibu bersama satu atau dua orang anaknya, turun bersamaan dengan kita, lalu perlahan memanggilmu dan memasang wajah sangat bingung.

2. Setelah itu ia akan banyak istigfar dan bercerita bagaimana ia tertimpa kemalangan, seperti:

a. Dompetnya terbawa kakaknya yang pulang ke daerah tasik atau sukabumi.

b. Ia dan kedua anak nya yang masih kecil tidak bisa menemukan alamat kerabat dekatnya di daerah itu.

c. Mencari alamat suaminya yang tinggal bersama istri mudanya, tapi ga ketemu.

d. Ingin memberitaukan berita duka, tetapi alamatnya tidak jelas maka ia tersesat.

3. Setelah itu ia akan berkata betapa malu nya ia bercerita ini sama kamu

4. Tujuan ibu-ibu ini jelas, pada akhirnya: ingin pulang ke daerah nun jauh disana itu.

5. Masih dengan wajah memelas dan banyak mengucap istighfar ia akan meminta bantuan pada kita yang, ya, mungkin kamu sudah bisa menebak kemana arah curhat colongan yang panjang ini.

6. OIA! Terkadang ibu ini akan berkata bahwa ia tidak bisa berbahasa Indonesia agar semakin meyakinkan kalau dia berasal dari daerah nun jauh disana itu.


Reaksi yang mungkin kamu berikan:

1. Menaruh simpati.

2. Sebelum sampai pada akhir cerita si ibu-ibu itu, kita dengan sukarela akan menawarkan bantuan materi.

3. Dengan iba memberikan semua uang yang ada pada kita sambil ikut menangis karena terharu mendengar kisah sedih si ibu.

4. Lari tunggang langgang atau terbirit-birit.


Owkay, untuk kasus pada reaksi NORMAL nomor 1, 2, dan 3, well, mungkin kamu sudah tertipu. Tapi sebelum kamu pada akhirnya memberikan semua uang yang kamu punya (ibu-ibu ini bisa mengarang apapun sampai kamu dari sukarela sampe merasa agak berat akhirnya menyerahkan semua uang yang kamu miliki) dan saat 10 menit kemudian kejadian ini kamu renungi dan kamu resapi per adegannya, dan datanglah kesimpulan berdampingan dengan kedongkolan, mengucap, 

“Kubis! Saya ditipu!”

Nah, sebelum umpatan ini datang, dan amal kamu berkurang pahalanya karena kamu ga ikhlas, berikut beberapa tips, dari saya featuring seorang Cowboy Amerika, teman dari Winnetou si indian:

1. DIAM dan DENGARKAN semua kisah si ibu dengan rinci, dan ingat-ingat apa yang si ibu bilang. Per kata-kata, per kalimat.

2. Setelah itu pelajari si ibu ini. Liat matanya waktu bicara. Kadang, suaranya akan bergetar seperti menahan tangis, tahan rasa iba mu, kedepankan logika dulu.

3. Perhatikan keadaan si anak yang ia bawa juga. Apakah si anak dari segi penampilan, mimik wajah, dan bahasa nonverbal lainnya mendukung alibi si ibu dengan ceritanya yang sangat memelas?

4. Setelah memperhatikan sambil mendengarkan dengan seksama, dan si ibu selesai curhat, baru kita bicara. TANYA lagi seputaran cerita yang tadi dia kisahkan seolah kamu belum begitu paham duduk permasalahannya. Kalo tadi si ibu bilang, 

“anak saya yang kedua meninggal..la la la la la..” setelah ia selesai cerita kamu tanya, 

“ini anak ibu yang besar?” *sambil melihat ke si anak yang ia bawa* 

biasanya si ibu suka melakukan banyak “kesalahan” disini. Seperti lalu dia bilang, 

“bukan, ini anak kedua saya, yang besar sudah 18 tahun.” 

“lhoooo tadi ibu bilang anak ibu yang kedua meninggal?”

Nah biasanya ia lalu akan mengarang kenyataan lain. Dengarkan saja. Yang jelas kamu sadar, kamu sedang proses ditipu. TAPI kalo si ibu dengan brilian tidak melakukan kesalahan, dan kamu masih limapuluh-limapuluh merasa ditipu dan tidak, TAWARKAN BANTUAN NON MATERI. Seperti apa? Coba kita tanya teman saya, si cowboy,

“Seperti apa, Cowboy?”

SEPERTI:

“wah bu, mari, saya antar ibu ke kantor polisi terdekat. Kebetulan di dekat sini kan ada kantor pulisi, pasti pak pulisi bisa bantu ibu. Pak pulisi bisa mengantar ibu ke terminal dengan mobilnya yang suka nganggur lalu bicara sama pak sopir bus, kalau ibu habis tertimpa musibah. Kalau ibu takut sama pak pulisi, biar saya yang bicara sama pak pulisi. Bagaimana bu, oke oke?”

Atau

“wah bu, saya ada teman yang punya mobil biar ibu diantar sama teman saya yang punya mobil itu bu, gimana bu? Saya antar sampai leuwipanjang?”

Atau

“saya ada teman supir angkot dan supir ojek, mari kita telusuri alamat yang ibu cari, gimana bu?”

Memang butuh usaha lebih si, kamu akan korban waktu dan tenaga lebih, tapi setidaknya kamu membalas penipuannya dengan niat baik.


Owkay, itu 4 hal yang bisa kamu lakukan rite away, tapi bagaimanapun, mari kita menyelami keadaan si ibu ini.

Mungkin dia memang sedang sangat butuh uang, tapi lahan pekerjaan sangat sempit, tidak punya keahlian, dan terlalu malas untuk usaha lebih, dan MUNGKIN memang ibu ini sedang dalam keadaan sangat GENTING butuh uang. Siapa tau.

SEKARANG, kita mahasiswa (biasanya mereka mencari korban yang penampilannya mahasiswa-mahasiswa baru gitu), yang punya kesempatan lebih, dan bisa berpikir lebih juga, kita punya PILIHAN. Kita bisa ngasih, kalo emang lagi ada uang lebih, ATAU kalo memang kamu sudah hilang respect sama penipu dan memutuskan tidak ingin memberi, biasanya dia akan pergi dan menolak bantuan kita begitu kita menyebut kata “Pak Pulisi”. Yang penting sekarang, kalau kamu mawu ngasih, kamu sudah tau dalam keadaan macam apa kamu berada, jadi, seandainya si ibu mengarang cerita lebih untuk menguras SEMUA isi dompet kamu, kamu bisa dengan tegas menolak, tanpa rasa ga enak, sungkan, atau bahkan merasa bersalah, karena kamu SADAR kalau kamu sedang dalam proses DITIPU. Jadi jumlah yang kamu kasih pun masih dalam batas ikhlas, mudah-mudahan jadi pahala dan setiap kamu butuh bantuan nantinya, bantuan itu suka datang tidak terduga :]


Sekian, selamat berpetualang di kota, teman-teman!

Terimakasih saya ucapkan untuk teman saya, si Cowboy yang sudah membantu memberikan solusi dan menyarankan tips ini disebar supaya yang lain lebih siaga dan waspada :]

Thursday, January 8, 2009

The Curious Case of Benjamin Button

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Other
directed by David Fincher, starring Brad Pitt, Cate Blanchett

"Life isn't measured in minutes, but in moments"
itu tagline nya. bagus.

bercerita tentang seorang anak laki-laki yang lahir dalam kondisi fisik seseorang berumur 86 tahun, lengkap dengan katarak dan penyakit tua lainnya. dan seiring berjalannya waktu, bukan semakin tua, dia semakin sehat, dan semakin muda. namanya Benjamin.
"a man who is born in his eighties and ages backwards: a man, like any of us, who is unable to stop time"

menurut saya film ini bagus karena,
satu,
yes, i agree, life isn't measured in minutes but in moments. Benjamin yang siklus hidupnya terbalik dan dari kecil tinggal di rumah jompo banyak melihat proses kematian dan kehilangan. sekali dia berteman dengan seorang perempuan jompo yang mengajarkan dia main piano. begini sebuah pecakapan mereka:

Benjamin: What if i told u that i wasn't getting older. i was getting younger than anybody else.
the woman: well, i feel sorry for u. u have to see everybody u loved die before u do. u hold such a responsibility.

Benjamin kaget, dan berpikir,

"i never thought about life or death that way before"

melihat reaksi kaget Benjamin yang kaget atas respon nya, lalu perempuan ini bilang lagi,

"Benjamin, we meant to lose people we love. how else we know they important to us?"

dan line itu membuat saya berpikir, death itself was part of the life. seperti menjelaskan salah satu tema di film ghibli yang pernah saya tonton, "Tales of Eartsea", hidup itu justru jadi punya arti, dan berarti, karena ada kematian. atau kongklusi omongan cak nun ttg demokrasi dan kebebasan berpendapat yang pernah saya dengar di radio, "justru batasan itu yang kita butuhkan dalam kebebasan. karena tanpa batasan, maka kebebasan itu tidak akan ada artinya"
there is no such thing immortal, freedom. there is never really "no domination", there will always be. it sucks but in the same time it makes everything meaningful. semua yang ada di dunia jadi berarti dan punya arti karena semua punya batas, punya kapasitas.

dua,
Benjamin yang melihat banyak kematian akhirnya jadi berpikir untuk tidak menyia-nyiakan hidupnya. setelah perempuan yang mengajarkan dia main piano itu meninggal, dia berkemas dan pergi. it was 1936. dia pergi dengan alasan "I want to see"

tiga,
Queenie (Benjamin's mother): i know from the moment i saw u, u are special. remember what i told u?
Benjamin: u never know what's coming for u?
Queenie: that's right!

empat,
film ini bayak ngasih semangat untuk melakukan sesuatu dengan hidup lo. living the life. living ur life with live. menjalani hidupmu, dan hiduplah. good positive emotion to influence.
dan menjelang film habis, semakin Benjamin semakin tua umurnya tetapi semakin muda dan sehat fisiknya, dia memutuskan untuk meninggalkan keluarga kecil nya (untuk sebuah alasan yang kalo saya kasih tau akan jadi spoiler, sedih lah pokoknya, it's about father-daughter thingy) dan pergi berkeliling. he's traveling.

Benjamin, di suratnya untuk putrinya, semacam petuah buat anaknya (dan waktu surat ini dibacain, David Fincher menggambarkan perjalanan old-young Benjamin di India dengan warna film yang beda. cantik sekali :]. adegan dia di atas bukit menggosok gigi, anak-anak India di pinggir sungai atau danau, bengkel motor dengan montir-montir, berkendara motor dengan latar belakang jalanan yang paaanjang. cantik) :
"for what it's worth, it's never too late or in my case too early, to be whoever u wanna be. there's no time limit, stop whenever you want.
you can change or stay the same. there's no rule to this thing.
we can make the best for the worst time. i hope u make the best, darling. (and i weep already by this scene)
i hope u, see things as stall, yes.
i hope u, felt the things u never felt before.
i hope u need people with a different point of view.
i hope u live the life u proud of.
if u find that u not...i hope u have the strength to start all over again."

lima,
ditutup dengan kesimpulan. summary. dengan potongan-potongan adegan orang-orang yang penting di hidup Benjamin, disertai dengan deskripsi pendek tapi mengena. nice ending, nice summary, for the whole movie.
"some people were born to sit by a river. some get struck by lightning. some have ear for music. some are artist. some swim. some made buttons. some of shakespear. some a mothers. and some people...dance.