Sunday, September 2, 2012

This is how i get here pt.2

"Celana dalem..cek! Jaket..cek!"

I never thought i made it here.
Perjumpaan pertama saya dengan Papermoon adalah di tahun 2010 saat saya magang di salah satu program Yayasan Kelola, Magang Nusantara, di LIP atau populer dng nama CCF di luar Yogyakarta.

"kaos..hmm..bawa berapa ya kaos.."

Mereka berkolaborasi dengan Desacorde dari Prancis, yang juga sebuah puppet company. Beberapa saat setelah pementasan itu, mereka menggelar presentasi oleh-oleh, sepulang mereka dari New York di LIP. Saya yang magang disana tentu menjadi seksi bantu-bantu. Saat itu pula saya berkenalan dengan anggota lain dari Papermoon selain Mba Ria. Ada Mas Iwan dan Mas Octo. Ternyata mereka juga pesepeda, obrolan kami semakin mengalir dan akrab. Ada juga sebongkah boneka perempuan biru, yang wajahnya agak mirip tokoh psikopat dalam film Saw. Haha.

"Baju tidur..celana training buat tidur.."

Pertemuan selanjutnya, adalah ulangtahun LIP yg ke 35. Sebelumnya ms. Marie, direktris LIP yang menjabat saat itu, juga beberapa kali "menjodohkan" saya dengan Mba Ria karena saya sedang mencari kost. Berakhir menempati Papermoon selama 4 minggu dan perjanjian mengikuti petualangan proses mewujudkan Mwathirika..untuk pertama kalinya.

"...oh! Anduk!"

Pertemuan demi pertemuan, kejadian demi kejadian, latihan demi latihan, curhat demi curhat. Semua tampak berjalan dengan sangat cepat..kadang berjarak, kadang tidak.

"yak beres! Tinggal masukin alat mandi, tutup kopernya!"

Mwathirika pertama kali kami pentaskan di bulan Desember tahun 2010. Saat itu Mba Ria dengan Papermoon-nya mendapat grand dari salah satu program Yayasan Kelola, Empowering Women Artist.

Setelah serial pertunjukan Mwathirika di Yogyakarta, awal 2011 kami layaknya geng sirkus di tanggap di Jakarta oleh Goethe Institute. Beberapa bulan kemudian, saya mendengar bisik-bisik tetangga dari Mba Ria bahwa ia mengikutsertakan karya Mwathirika untuk mengikuti sebuah program pertukaran kebudayaan yang diselenggarakan amerika, 
"mudah-mudahan kepilih ya ndot..kalo kepilih piknik kita..ke amerikak!"
Saya masih ingat betul Mba Ria mengucapkannya dengan senyum lebar mata berbinar penuh harap. Berharap tapi mencoba tidak terlalu berharap ternyata sulit juga, hahaha. Belum lagi di pertengahan tahun yang sama tersiar kabar bahwa sang penyelenggara acara akan datang ke Jogja untuk menilik secara langsung para finalis.
"hah..kita masuk finalis mba?"
"iya! Makanya, kamu dateng ikut ngobrol ya, kita presentasi nanti!"

Bulan demi bulan berlalu, sampai mendekati penghujung tahun, lewat surat elektrik berantai di sebuah jejaring sosial, Mba Ria memberitahukan anggota geng sirkus..bahwa kami akan berangkat di tahun mendatang. Senang sekali rasanya.

Ini menjadi perjalanan pertama saya keluar negeri. 
Saya harus bekerja lebih giat dan bermain lebih bebas :D

"Saska, packing udah, passport surat-surat udah. Hmm, terimakasih ya, udah dibantuin packing, ditemenin panik dengan sabar, ditemenin belanja keperluan ini itu, ditemenin latihan persiapan di Jogja, diijinin pergi main sambil kerja sebulan..he he he he. Ditungguin istrinya pulang bertualang ya.."

Dengan senyum cerah, imajinasi membuncah, kaki lincah, saya melangkah.
Walau hatinya ada tertinggal setengah.
Negeri di luar Nusantara, bagi saya masih antah berantah.
Namun tak gentar saya akan menjelajah.

Saya akan pergi ke Amerika :D