Thursday, April 29, 2010

ijasah. ijazah. dan setiap menulis atau membaca ini, otak saya akan langsung me-relate dengan tulisan jenazah. euh.

"eh mit, lo udah ngurus dan ngambil ijazah lo blum?"
"blum debb. emang kenapa?"
"buruan deh mendingan. lo lulusnya kapan? yang kmaren ya?"
"euh..bukan..yang November wisudanya.."
"udah lamaaa, kenapa blum ngurus ijazah?"
"euh..kenapa emang nya gitu debb?"
"buruan lo urus deh, sebelum lo ke jogja, soalnya temen gw anak humas kmaren ngurusin ijazahnya, mau diambil, terus katanya ilang..dia anak humas sih, mudah mudahan aja kalo mankom yang ngurus ijazah nya bener.."
". . ."

sejurus kemudian setelah mendapat peringatan tersebut saya langsung menggiatkan diri mengurus segala sesuatunya untuk mengambil ijazah.
dan setelah mengarungi 1 hari cerah di jatinangor, keesokan harinya saya kembali mengarungi hari cerah, tapi ke dago pojok untuk menyerahkan skripsi hardcover, hasil buah pikiran yang saya masak selama satu tahun, untuk ditukar dengan dua lembar karton bercetak huruf-huruf dan angka-angka. pertanggungjawaban saya ke ibu dan bapak.

ternyata prosesi berjalan lancar, cepat, dan aman.
alhamdulillah.

setelah ijazah di tangan, saya pun berjalan menuju pulang.
dan di lapangan parkir saya bertemu dia.
sosok yang sangat akrab selalu ada di ingatan saya sepanjang masa-masa kuliah.
sejenak saya memandangnya, dan refleks meneriakkan namanya sambil melambaikan tangan, kebiasaan dari dulu semenjak resmi menjadi keluarga besar kampus.

"Mamat!" sambil tersenyum sangat lebar.

Mamat membalas lambaian saya sambil berseru dari kejauhan,

"Oi! ngapain lagi?"

saya kembali melambai..eh, di tangan saya ada ijazah, saya harus berbagi cerita gembira ini.

"Mat, gw udahan disini! ngambil ijazah!"
"wah, hebatt! selamat ya! sukses teruss!!"
"makasih matt! dadaaaahh!"

ia tersenyum dan kembali melambai.
saya kembali berjalan dengan santai.

saya jadi berpikir dan membatin,
"wah, gila juga ya, si Mamat. dari JAMAN gw baru MASUK KULIAH jadi mahasiswa baru petantang petenteng disini, doi udah disini duluan..sampe sekarang gw udah lulus tapi semakin ga bisa petantang petenteng, doi masih ada aja disini. kalo dipikir-pikir, lama benerr. hmm..2004..sekarang 2010. Boooo, udah ENAM taun doi di mariiii.."

lalu saya jadi merenung,
"dan tampilan nya masih begitu begitu aja..rambut ikal nya, topi nya, kacamata nya, spot duduk dan berdiri nya, keceriaan dan sapaan-sapaannya..masih sama..masih sama..dan kalo tadi gw ga ngasih tau gw ngambil ijazah dan mau udahan dari sini, gw ga akan nyadar kalo doi masih ada disini dengan segala atribut dan attitude doi dari pertama kali gw kenal. gw ga akan nyadar kalo ternyata doi udah lama, bo, di marii..wew..time goes by, dan gw ga sadar..

"sama hal nya seperti semua orang TAU, meng-acknowledge, bahwa pada akhirnya kita semua manusia dan makhluk hidup di dunia ini akan mati..tapi banyak yang GA SADAR.."

"mita c u in three months"

satu tahun yang lalu, tertanda mulai bulan februari, saya pergi ke Bali selama 1 bulan dengan tujuan research untuk karya tulis saya. dan saya buatlah blog ini untuk membagi pengalaman-pengalaman yang menurut saya menarik selama saya berada di Bali.
bulan ini, satu tahun lebih 3 bulan setelah petualangan saya ke Bali, saya akan kembali bertualang :D
kali ini selama 3 bulan, dan tidak keluar pulau Jawa.
saya akan bertualang di Yogyakarta yang sering saya ucapkan sebagai Jogjakarta.
sebenarnya saya lebih memilih kata "Jogjakarta" dibanding "Yogyakarta",
well anyway,
seminggu sebelum waktu perkiraan keberangkatan, saya sukses dibikin kaget sama teman-teman.
mereka ngagetin dengan repot-repot menyusun rencana apik supaya rencana ngagetin mereka tadi bisa berbuah rasa ngangenin selama saya di jogja.
untuk Vallent, Thatha, Rifa, Aheng, Kang Adi, Kandie, Dimas, Fitri,
TERIMAKASIH YAAAA :D
semoga seruuu selalu dan bisa bermanfaat dan akan baik baik saja semuanya sampai nanti!

sampai jumpa 3 bulan lagi :] dan akan semain seru semoga :D


Wednesday, April 21, 2010

sebuah puisi berjudul..

Terlambat
karya: Amanda Mita

angka merah yang singkat
terasa menghambat

jalanan yang biasa padat
jadi terasa lebih dahsyat

angka hijau yang biasanya tepat
jadi terasa sangat cepat

pat..pat..pat..pat..
setip detik terasa dilipat

enam belas sama dengan empat dikali empat
kalau terus bablas, kamu bisa dikutuk jadi lepat*

"saya minta maaf, janji saya tidak tepat"
"ah! KAMU TERLAMBAT!"

*lepat adalah makanan tradisional yang biasa diucapkan sebagai "Leupeut"


so-called Hari Kartini


saya ingin berbagi hasil diskusi hari ini dari Rebo Belajar nya Komunitas Sahabat Kota :D,

hari Kartini, yang diidentikan dengan hari nya perempuan, ternyata dekat dengan hari Bumi! 21 april dan 22 april. saya juga jadi baru ngeh, terus langsung kepikiran,

"lucu ya, hari kartini berdekatan dengan hari bumi. khihi, mungkin karena "kartini-kartini" memiliki kesamaan dengan bumi, gaea, ibu pertiwi. mereka sama-sama providing life, wadah kehidupan"

:]

dan mengutip tulisan terdahulu, sepesial untuk hari ini :D

Aku seorang perempuan,
Aku Kelod,
Aku kiri,
Aku lautan.

selamat hari kartini, perempuan-perempuan!
semangat!
bukan, bukan. Hari Kartini bukan sebuah statement dari para perempuan bahwa kami lebih hebat karena kami lebihbanyak diapresiasi.
bukan.
tapi hari Kartini, buat saya, ada untuk menyemangati dan mengingatkan para perempuan bahwa kita memiliki peran yang sangat penting di bumi tempat kita hidup ini, untukmendampingi dan mem-back up kaum adam.

karena kita memiliki spec yang jauh berbeda.
dan team work adalah solusinya.
sepakat?

:D

Friday, April 9, 2010

ternyata, Little Mermaid itu adalah..

dua hari yang lalu saya pulang bertemu ibu.
dan bunyi sentrap sentrup serta linangan air mata sebelah karena tidak bisa bersin menggerakkan ibu saya untuk memberikan sesuatu.
"minum ini ya, setiap malem, supaya kamu cepet sembuh.."
yang dia berikan adalah suplemen multivitamin dalam bentuk tablet effervescent.
itu lhooo, yang kalo kena air dia beroksidasi dan ber-reduksi menghilang melebur sambil berbunyi,
"Ceeessssssssssssssss..."
nah, ya itu..itu.

semalam, saat sudah sepi, dan sudah sangat mengantuk sebenarnya, saya masih menyempatkan diri me-redoks tablet effervescent yang bersangkutan.
karena sudah sepi (dan mengantuk), saya jadi lebih memperhatikan si tablet melebur perlahan mewarnai air yang bening,
"ceeeeessssssssssssss.."
"sheeeeeeeeeeeeessssssssssss.."
cukup lama.

tiba-tiba teringat sebuah dongeng tragis dari Hans Christian Andersen, The Little Mermaid.

"...otherwise, at dawn on the first day after he marries another woman, the Little Mermaid will die brokenhearted and dissolve, disintegrate into sea foam.."

ternyata..Little Mermaid itu berupa tablet effervescent.

Thursday, April 8, 2010

surat pembaca dari anoa pesepeda yang merana

Kepada pembaca yang budiman, hari ini ada surat pembaca yang datang pada saya.
Surat pembaca ini datang dari Anoa Pesepeda yang Merana.
Kenapa ia merana?
mari kita tilik surat si Anoa Pesepeda.

Kepada yang ter muter,
perempuangimbal.

Hari ini saya, Anoa Pesepeda menyatakan rasa sedih saya yang sangat amat mendalam. Saya sangat merana. Bisa dikatakan, sekarang nama saya menjadi Anoa Pesepeda yang Merana.

Saya merana karena tingkah ulah laku para pengguna jalan di Bandung, khususnya mereka yang ber roda empat. Bagaimana tidak, saya menganalisa, tampaknya mereka semua secara mendadak bersamaan, seragam memiliki hobi baru. MEMBUNYIKAN KLAKSON.

Ya Tuhan, perih sekali hati ini rasanya melihat tidak adanya kepedulian di hati mereka. Saya rasa hati mereka mulai ter-mesin-isasi, ketularan saudara-saudara kelabu kita dari kota metropolitan seberang dua setengah jam Cipularang.

Begini pasalnya, saya hanya ingin menyeberang ke pinggir jalan. Sudah dengan prosedur lihat kanan kiri, memberi aba-aba dengan tangan dan dari jarak yang jauh tidak mendadak. Secara logika manusia pintar yang lulus ujian SIM dan bisa mengendarai mobil, seharusnya ia sudah mengetahui dan melihat gelagat saya dari jauh, dan secara etika seharusnya ia memberi jalan, tidak ada pilihan. Tapi KENAPA SIH, tangannya harus memencet KLAKSON?

Jika ada Nona Mimi Hitam yang membaca surat pembaca ini, saya ada saran peluang bisnis baru untuk nona. Mungkin sudah saatnya nona membuat ramuan ngiang-ngiang-bunyi-klakson. Saya dengan senang hati ingin membelinya dan mencampurkannya dengan minuman untuk kemudian saya berikan kepada para pemilik hobi baru tersebut, yang kira-kira efeknya bisa menimbulkan rasa terngiang-ngiang bunyi klakson di gendang telinga mereka selalu selama dua puluh lima menit saja, tetapi terus menerus, begitu, ganti!

Sekian dan terimakasih.
Salam muter-muter,
Anoa Pesepeda yang Merana.

Totto-chan: Sebuah Ulasan

Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...