Friday, August 19, 2011

kenapa?

"dan tidak ada satu pun abadi di dunia ini, tidak juga berlian"

"if you feel depressed, just remember that everything shall pass anyhow. nothing is forever, babe. not even diamond. berlian (carbon) akan dengan mudahnya berubah menjadi gas CO2 kalo bereaksi dengan O2 cair di suhu -184 derajat celcius =)"
-Kartini Ngga Sampe Eropa, a novel by Sammaria Simanjuntak

tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara. i want to live life to the fullest. i want to see. i want to feel. i want to explore every positive possibility i could have.

"dan perasaan itu bentuknya cair, perasaan itu fluida yang mudah mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, mengikuti wadahnya, dan mudah merembes kemanamana"

dan perasaan adalah anugrah Yang Maha kepada makhluknya.
dan ia memenuhi setiap rongga dalam rasamu.
dan memperkaya sudut pandangmu.
membantumu melihat yang ada diantara: tidak dengan mudah terlihat diantara yang terlihat.

ini itu, lihat dulu

Mempersiapkan pernikahan, buat saya,

Rasanya seperti saat saya mempersiapkan rencana penelitian skripsi, menulis dan menyusun skripsi, dan mempersiapkan sidang untuk mempertanggungjawabkan skripsi.


Saya ingat, saya memulai blog ini waktu sedang mempersiapkan penelitian untuk skripsi saya.

mulai dari nyiapin souvenir buat narasumber,

ngurusin pemesanan tiket pulang pergi ke bali,

nyiapin pertanyaan-pertanyaan dan literatur,

sampe bikin timeline dan to do list menuju hari h.


rasanya sekarang mirip dengan rasa waktu itu, khihi.

mempersiapkan dan merancang ini itu.

pusing dan panik sedikit, tapi tetep merasa tertantang dan seru :]

petualangan saya yang lain :]


So, my recent job is: Wedding Planner


pertama-tama, saya sama sekali ga kepikiran harus nyiapin apa dulu.

ha ha. dasar amatir.

but i'll learn :]


yang sejauh ini saya rasa paling seru di pekerjaan ini adalah: men-design undangan.

menyenangkan sekali menuangkan semua ide dan percakapan-percakapan kecil dalam diri saya ke dalam sebuah design undangan. i really really enjoying every moment i making it. dari mulai ngulik bentuk bareng Saska, mentransfernya menjadi lebih nyata di Corel, memadumadankan warna dan gambar, mencari cara merealisasikan ide, making sketches, sampai survei kertas di Tidar :D

dari mulai nyari tekstur kertas nya, warna kertas nya, sampe ketebalan kertas-kertas nya :D s u k a

saya jadi tau tipe kertas SLF, SF, Tomahawk, Coronado, saya juga tau seberapa itu 117g, 120g, 220g, sampe 270g :D


yang kedua sangat saya nikmati adalah merancang souvenir dan brainstorm detail dekor dengan tim dekor :D hihuuuu..senang sekali! moment-moment kami menemukan warna gebyok, model wedding gate, menemukan frame-frame foto antik, merencanakan peletakan meja-meja kayu dan kursi-kursi kayu klasik, saling melempar ide apakah-pake-taplak-apa-engga, detail dekor seperti miniatur manten, cermin, partisi, sangkar, lalu saling menimpali ide. rasanya seperti sedang menyusun puzzle bersama. sedikit demi sedikit. dan sekarang kepingan-kepingan puzzle itu mulai terlihat membentuk sesuatu :]


yang paling sulit adalah rapat penentuan budget. ha ha.

keputusan untuk memotong sesuatu.

atau mengurangi sesuatu.


sejauh ini pelajaran yang saya dapat adalah:

jangan ada rasa ga enak.

plan ur best, stick to ur value (AND to ur budget of course), dan harus berani repot.

ha ha.


waktu awal-awal sempet panik parah, membuat nafsu makan saya menurun.

tapi alhamdulillah dengan terus telaten dijalanin satu-satu, pelan-pelan, mulai selesai juga satu persatu :]

kunci nya sebenernya, jangan panik, bikin plan, jalanin satu-satu.

well, ga mungkin si ga panik. disinilah pentingnya punya temen sharing: untuk membagi kepanikan.

karena pada waktu cerita, sebenarnya saya sedang memberikan ruang untuk berbincang pada diri sendiri, mengurai apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum, dan mana yang akan menjadi prioritas :] maka disitulah peran Ibu, Bapak, dan Saska menjadi penting luar biasa.


saya ga inget udah berapa kali nangis karena panik dan gelagepan. ha ha. tapi untuk stage sekarang saya bisa lebih mengomunikasikan kepanikan saya.

rasanya mirip seperti waktu saya jadi ketua Mahakam Cup 3 waktu kelas 2 SMA dulu. mungkin itu stage awal dari adventurous level jenis ini.

waktu itu ya sama, suka tiba-tiba panik, terus nangis sama sekertaris saya, Dame namanya..ha ha!


ternyata benar adanya everything happens for a reason :]


kembali ke "present", kalo ditanya "sudah berapa persen ni persiapan?"

euh...

saya ga bisa mengira-ngira. karena pertanyaan itu hanya akan membuat saya panik.

tapi by theory, saya hanya perlu kembali menjalani dan mengurai benang kusut ini satu demi satu.


sepertinya habis ini saya akan buka biro jasa wedding planner counseling :p


here comes my adventure! i'll get through the obstacles! yiiiha! :D

Totto-chan: Sebuah Ulasan

Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...