Saturday, October 30, 2010

jogja putih, foto-foto

halaman depan kosan.. berdebu, putih semuaa..

gradasi yang tertutup atap dan yang terkena debu

bersiap ke pasar untuk patroli!

di perjalanan, semakin terasa dengan debu-debu jalan yang beterbangan

guratan-guratan ban

ga terlalu keliatan, tapi warna atmosphere nya jadi aneh..seperti berkabut, tapi berdebu, dan udara sedikit lebih dingin..

sesampainya di pasar

kendati demikian, aktivitas pasar tetap berjalan

debu dan masker dimanamana

debu yang mengguyur mobil-mobil di jalan.
tebal, ya? saya jadi berpikir, ini gmana yang diatas sana ya, yang deket lereng merapi, pasti kan lebih tebel lagi.
semoga semuanya masih bisa baik baik saja, amin.

jogja putih

sekedar update kabar terbaru,
jogja hujan abu.
Pagi ini jam 6 saya terbangun dan refleks keluar kamar menuju kamar mandi untuk pipis. Dengan mata masih setengah terpejam saya tidak menyadari beberapa kejanggalan kecuali,

"Hm, jogja terara lebih terang dr biasanya pagi ini..tapi agak berkabut..kombinasi yang aneh.."
setelah kemudian keluar dari kamar mandi menuju kamar lagi,saya memandang matahari.
"Cahaya nya terasa agak lembut ya, pagi ini", batin saya.

Eh tunggu tunggu,ada yang jatuh pelan pelan..apa ini? Hujan?
Oh la la, bukan.
Ini abu.

Abu nya mbah merapi.
Bergegas saya mengajak si tanduk merah patroli.
Pasar tujuan pertama kami. Tetap buka ternyata, dengan segala aktivitas mbok mbok nya.

Jogja menjadi putih.
Wajahnya dibedaki,
bagai kabuki.

Subahanallah. Saya tercengang kagum, walau takut juga.

Semua memiliki dua sisi, itu saya semakin yakin.
Seperti kain poleng bali,
seperti dewi uma yang menjelma dewi durga,
seperti alam dan semesta,
seperti manusia.

Lagipula manusia adalah miniatur semesta.

Thursday, October 7, 2010

namanya Yolanda



saya, mba ria, dan Yolanda

alasan pertama yang membuat saya menetap lebih lama di jogja dari yang direncanakan adalah Papermoon Puppet Theatre.
Papermoon Puppet Theatre adalah, seperti terjemahannya, kelompok teater boneka, yang, tentu saja berdomisili di Jogja. diprakarsai oleh sejoli berkarya: Mba Ria dan Mas Iwan.
saya bertemu mereka untuk pertama kali nya di bulan Juni, saat masa magang saya di Lembaga Indonesia Prancis.
dan karena pertemuan itu lah kini saya turut berproses bersama mereka untuk sebuah project.

saat ini Papermoon sedang menggarap sebuah pementasan untuk bulan Desember, berjudul "Mwathirika"
sebuah pertunjukan teater boneka yang ceritanya bukan untuk anak-anak, karena berbicara tentang sebuah "sejarah kehilangan" yang dialami negeri ini.
sebuah sejarah yang sampai sekarang belum dengan terang-terangan dibuka dan di paparkan.

pertunjukan teater boneka ini tidak menggunakan kata-kata sama sekali, sehingga seluruh kekuatan bercerita teater ini memang ada pada gestur boneka, sound, setting, dan permainan lanpu serta visual.

dan percayalah apa yang dikatakan rudi..hit it rud!
"bermain teater boneka itu tidak SEMUDAH terlihatnya. dan percayalah..c a p e k..kamu bisa sekalian program diet, sodara-sodara."

NAH, Mwathirika akan pentas di bulan desember 2010 tanggal 1, 2, dan 3.

berhubung, di bulan oktober tanggal 16 ini akan ada Jogja Java Carnaval di Yogyakarta, maka Papermoon pun berpartisipasi. sehingga di sela latihan kami untuk pementasan Mwathirika, kami pun diajak untuk memainkan salah satu boneka koleksi Papermoon untuk kemudian ikut serta karnaval tanggal 16 nanti ini.

JADI LAH SAYA BERTEMU DIA...

namanya Yolanda.
dan lebih dari 4 orang bilang bahwa saya matching main sama Yolanda.
karena kami k e r i t i n g.

well then, Hallo Yolanda! :D tampaknya untuk saat ini kita memang berjodoh :}

"sini dibenerin dulu.."

"halo! saya Yolanda!"


"halo yang di timur.."

"yang di barat..."

"aduh aku wareg e.."

"eh ya ampuuunn..aku di foto thooo.."

"apa ini aku dirogoh rogoh.."
"Heeeeeei, diam kamu.."

aku dan dia

"khihihihihihi.."


"hormat!"

"khihihi, aku dikecuuuppp.."

Friday, October 1, 2010

ingin kembali berbincang denganmu,

membongkar arsip foto lama dan menemukan foto ini.
foto ini diambil saat saya dan teman-teman sahabat kota selesai melakukan petualangan 'sepeda subuh' dan berujung di Roti Gempol untuk sarapan sekaligus melepas lelah.

entah kenapa saat melihat foto ini saya merasakan banyak hal:
keakraban, serunya percakapan, hangatnya berkawan, bahagianya berkegiatan..

dan rasa-rasa tadi berujung pada satu kesimpulan,
homesick.

ini nostalgia.
[Late 18th Century.
nostos "homecoming" + algos "pain"]

***

saya memperpanjang masa tinggal saya di Jogja,
sampai kurang lebih tiga bulan yang lain.

karena apa?

karena saya ikut dalam sebuah project yang sungguh seru dan menyenangkan :D
tapi saya akan bercerita lebih lanjut saat nostalgia ini sudah lebih sedikit mendera emosi saya.

saya ingin kembali berbincang denganmu,
dengan mata yang saling bertemu,
dengan tangan yang sanggup meraup,
dan saling lempar senyum yang mempu membuat saya berdegup.

Totto-chan: Sebuah Ulasan

Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...