Friday, December 18, 2015

sisterhood in motherhood

i'm pretty sure, there's always sisterhood in motherhood.

baru saja, di dalam angkot, saya berjumpa dan berbagi kilometer sejenak dengan sebuah keluarga. Ada sang suami, yang duduk di depan, lalu ada sang istri yang menggendong bayinya yang berusia 8 bulan, duduk disamping saya. ada lagi sang nenek menggandeng putri yang tampaknya anak kedua sang istri suami. lalu duduk disebelahnya seorang anak lelaki dan remaja putri.

yup, they are one big family.

Melihat mereka hati saya hangat. Entah karena sinetron "Keluarga Cemara" atau saya memang sensitif dengan segala topik berbau keluarga, begitu melihat keluarga ini saya sungguh bersimpati.

saya ajak bicara ibu sang bayi, sambil menatap dan mengajak si bayi bercanda yang dibalas dengan senyum dan tatap jenaka ramah. hanya dalam hitungan jenak, saya langsung bersimpati pada si ibu, si istri, si nenek. ingin bayi itu sehat, ingin anaknya yang perempuan, yang katanya anak keduanya, juga sehat. ingin sekeluarga kecil itu sehat-sehat selalu. dan semoga proses menyusuinya lancar ya, sampai si bayi lepas asi eksklusif 2 tahun. mudah-mudahan tidak ada intervensi berarti sampai anak-anaknya tumbuh menjadi balita sehat, kuat, dan ceria.

semoga.

amin.

Wednesday, July 29, 2015

belajar hidup sederhana

Hidup sederhana bukan berarti hidup susah.
Berarti, hidup disiplin.

Disiplin dalam membuat perencanaan dan benar-benar menjalaninya.

Disiplin tidur cepat, dan bangun pagi.

jadi sempat: ngobrol pagi dengan kalbu, mencuci baju, siapin sarapan dan makan siang sebelum siang.

jadi bisa kerja sesuai jadwal di sore hari. Bebas dari kejaran deadline.

jadi bisa bahagia.

karena kalau ga bahagia, harganya mahal.
gagal deh bisa hidup sederhana.

jadi, silakan bahagia*

*mengutip surayah pidibaiq yang novelnya "Dilan" sedang kutamatkan.

Wednesday, April 15, 2015

kembali menjejak bumi

Ground Control to Major Tom
Ground Control to Major Tom
Take your protein pills and put your helmet on

David Bowie - Major Tom 


Beberapa hari belakangan ini, sedikit demi sedikit saya mulai merasa kembali punya kendali atas hidup saya sendiri.

being a mother, a lover, a wife, a worker, sure is overwhelming. at least for me.

dari masa kehamilan yang mulai terlimitasi, hibernasi total di setengah tahun pertama Laut lahir, mulai juggling coba-coba test the water untuk kembali bekerja, sampai sekarang, satu setengah tahun kemudian, bekerja kembali sungguhan, walau part-time.

being a worker (a responsible one), a wife, a lover, a friend (both to ur daughter and ur husband), sure is overwhelming. at least for me.

beberapa hari belakangan ini, dibantu Saska, saya kembali mulai bisa menjalani keseharian saya secara efektif. Laut tidak berkurang nagging-nya, tapi saya mulai bisa mengatur ekspektasi saya, dan mindset saya, bahwa saya bekerja, tapi prioritas saya adalah kecukupan Laut.

yes, managing expectation.
that's what it takes.

not as simple as it sounds, though.
one need to exercise it, get through it, over and over.
failing one, and try another.
i'm sure there will be another failure in the near future, but i just need to adapt and try another round.

kembali bergosip dan tertawa lepas bersama Tia dan Maknyes di sesi dapur trial Bakingwithkids, sambil Laut minta digendong-menyusu-diajak main keluar, tentunya. teman baik yang seperjuangan, is truuuully a blessings!

kembali berdiskusi dengan koordinator program dan pelan-pelan menyusun rencana bersama komunitas untuk merencanakan berbagai perbaikan bersama program CreativeNet.

kembali berdiskusi dengan teman, dan mendapat banyak tambahan pengetahuan baru.

kembali secara rutin membuka laptop, walau kadang, di hari-hari tertentu, i can't even type or read a thing *sambil gendong anak perempuan yang bergelayutan di kaki minta kue manis

kembali ngemil kue-kue yang oh-my-no enaknya dan ga mahal karena bikin sendiri *thanks-to-bakingwithkids-support-group (((support grouuuuup)))-kind-of

kembali punya waktu untuk membahas puzzle super rumit yang diributin di facebook atau di group whatsapp (komen destruktif ga penting doang, bukan bantuin mikir :p)

kembali bisa beraktifitas selama beberapa jam menitip Laut ke bapaknya :D

...

karena,
ibu yang sehat (fisik maupun jiwa) berarti anak yang bisa jadi lebih sehat lagi.
ibu yang bisa berpikir sederhana dan cukup bahagia karenanya, berarti anak yang juga akan mudah dibuat bahagia.
ibu yang punya banyak stock sabar karena tidak terkejar beban (pekerjaan atau pikiran), berarti anak yang boleh dan bisa belajar dari kerepotan yang dihasilkan dari self trial and error-nya.

a mother who finds a contentment in her daily activities means a better family living.

Inshaa Allah.
semoga bertahan lama ya, kesadaran ini

*note to myself


Wednesday, April 8, 2015

dikala itu melanda

baru saja membaca wikipedia Yoann Lemoine akibat sangat terpesona dengan lagu dan video klip Iron.

kok keren banget ya doi? makan apa ya kira-kira? saya..saya juga mau seproduktif dan sekeren itu.. *mata nanar, hampir nangis, kepengen..

semenjak saya membaca sebuah artikel Pramoedya Ananta Toer di salah satu majalah, dahulu kala, jauh sebelum saya menikah, saya sungguh terinspirasi.

artikelnya panjang, intinya sih, Pak Pram bilang kalau di masa kecilnya, dulu ibu-ibu desa itu, walau ibu-ibu yang bekerjanya di rumah mengurus urusan domestik, tapi berkarya juga, membuat sabun, untuk dipakai maupun di jual, menyisir daun pohon kelapa untuk berbagai keperluan, dari membungkus makanan sampai membuat sapu lidi, dan lain lain dan sebagainya.

saya sungguh ter-awe membacanya *kembali mata berbinar-binar

maka tertanamlah sebuah gagasan dan ide supernatural di kepala saya (apa sih, supernatural?),
"Jikalau..nanti..saya juga sudah punya anak, saya tidak akan berhenti berkarya. Saya akan berkarya untuk anak saya. Menggambar, membuat mainan, apapun..dan..terus..menelurkan karya. Saya mau anak-anak saya mengidolakan saya."

ide yang sungguh bombastis.

karena kawan, menjalankannya adalah..sungguh..aksi yang jauh lebih bertenaga ketimbang memimpikannya. hehe. benul.

jadilah saya masih merepotkan diri dengan ini dan itu, begini dan begitu.
sempat beberapa kali meltdown karena rasanya..rasanya..nano nano. sering saya merasa bersalah sama Laut (putri saya) karena banyak hal yang mungkin sebenernya biasa aja (merasa Laut kurang ngemil, kurang makan, kurang istirahat, kurang main), tapi ya..namanya juga kadang waras kadang engga. atau merasa super lelah, mempertanyakan ke diri sendiri sambil sedikit marah, "NANAONAN SIH MANEH BEUL?"

tapi ada beberapa simpulan yang bisa saya ambil dari pekerjaan saya yang sekarang:

1.
semua butuh kerja keras.
kalau saya berani punya mimpi, cita-cita, saya harus berani kerja keras.
berani.

2.
dibalik setiap kesuksesan gemerlap gemilang, ada sebuah cerita pahit yang belum tentu mau kamu jalani.

3.
(i tell this to myself) "Hey you spoiled brat! hidupmu jaaaauh lebih beruntung dari sebagian banyak orang yang bahkan tinggal tidak jauh dari lingkunganmu. you have no rights to complain anything, really."

yah, begitulah, 
jam 2 dini hari.
yang begini ini memang melandanya jam jam segini.
amin dan sekian.


Totto-chan: Sebuah Ulasan

Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...