Wednesday, December 7, 2016

movie wish list

just run through movies trailer while nursing.
menyusui adalah waktu yang saya nobatkan sebagai waktu paling nyambil sedunia.
wait, what, is that event a word...is that even adjective?
what, waktu paling nyambil sedunia? yess..yes it is mon amie. cobain deh. cobain menyusui maksudnya..

eeeeniwei, enough trash talk, here's list of several good movies i bump into (according to my unfair selfish judgement) u can watch/wait to watch/download-then-watch/wait-to-download-to-watch :)

Collateral Beauty
(Will Smith, Kate Winslet, Keira Knightley, Hellen Mirren, Edward Norton)
release 16 Desember


Image result


this one attract me because...
kata kuncinya adalah "writing letters to love, time, death". saya selalu suka film fantasi yang metaphoric. saya juga suka film yang kontemplatif, yang membuat saya berefleksi pada keseharian saya. 
the story is about...
film ini menceritakan seseorang yang putus asa pada hidup karena tragedi yang menimpanya. si tokoh lalu secara rutin menuliskan surat pada Cinta (bukan Cinta yang ada di AADC ya..), Waktu, dan Kematian. serunya, entah bagaimana kemudian satu persatu orang muncul dan ngajak ngobrol si tokoh mengaku bahwa mereka adalah Cinta (bukan Dian Sastro ya, teteup..), Waktu dan Kematian.
looking forward to..
meresapi conversationnya!

The Brand New Testament
film Prancis, ga apal siapa aja yang main.
release 9 Desember

Image result for the brand new testament

this one attract me because..
KOMEDI! hahaha. everybody needs some good laugh here and there in their life. komedi yang witty dan sangat menyentil juga sensitif, pastinya, karena yang dibahas soal Tuhan, Agama. kemungkinan besar gakan tayang di Indonesia (ya iyalaaah..di Indonesia mah beginian pasti bikin ribut. baek baek pas release ada yagn demo depan bioskop).
the story is about...
god exist and live in brussels. dia punya anak, satu laki-laki, yang menurut dia good at nothing except getting caught and nailed (yakan sensitif banget..) satu lagi perempuan..dan anak ini yang ga banyak diketahui orang. konflik film bermula ketika si anak perempuan ini muak dengan kelakuan bapaknya (yang ceritanya Tuhan) terus dia ngebocorin waktu meninggal semua orang lewat sms. disitulah dia terus dikejar-kejar dan dikutuk bapaknya, caranya dia melepaskan kutukan adalah dengan mencari 6 pengikut (apostle), sama seperti apa yang dilakukan kakaknya.
looking forward to..
tertawa.

The Edge of Seventeen
(Hailee Steinfeld, Woody Harrelson, Kyra Sedgwick)
release 18 November

Image result

this one attract me because..
it's a coming of age comedy. lagi lagi, siapa yang tidak butuh komedi dalam hidupnya? komedi yang ini juga witty, jujur, dan menangkap struggle kehidupan remaja..masa kini. yup, dengan segala perjuangannya mencari jati diri di era arus informasi yang menggerus deras. dan..tokoh utamanya remaja perempuan, haha. semacam senang karena bisa relate personally dan belajar lagi buat menghadapi remaja-remaja perempuan yang akan datang dalam hidupku. "Brace Yourself! Teenage life is coming..and u are THE parents!" *Eddard Stark game of thrones mode on. rasanya sepertinya agak mirip dengan film Easy A (Emma Stone) tapi kayanya yang ini lebih lucu :D
oia satu lagi, tertarik dengan drama komedi ini karena rating rotten tomatoes nya 94%.
the story is about...
sudah dibahas diatas, coming of age comedy tentang dramanya kehidupan remaja perempuan. menghadapi peer pressure, problematika puber, popularitas, dan tentunya, cerita cinta, huhuy!
looking forward to..
tertawa dan belajar menghadapi remaja perempuan, merasakan kembali dan mengingat-ingat, kira kira, apa yang ada dalam pikiran remaja ya?

sekian, selamat mencari atau mendownload, kalo udah punya download-annya kabar-kabari ya :)

tertanda,
perempuan-dalam-masa-menyusui-yang-suka-nyambil-nyambil

Saturday, November 12, 2016

thoughtful gift #1

beberapa pekan yang lalu salah seorang teman saya bertanya, 

"Mit, ada ide ga, kalo ngadoin orang yang baru melahirkan, beliin apa ya?"

Kala itu cuma kepikiran, 

"Kasih baju menyusui buat Ibunya, soalnya kebanyakan orang kan pasti kasih kado buat Sang Bayi.."

Padahal sudah pernah mengalami proses lahiran bayi, tapi cuma 1 itu yang kepikiran. Nah, 13 hari yang lalu saya melahirkan lagi, menilik kehidupan baru 13 hari ini, saya jadi keidean sejumlah insight kado yang bermanfaat dan mungkin sering terlewatkan, a note for myself too. Eh, ini bukan iklan atau endorse-an ya, this is my honest opinion & thoughts based on my experience :)

monggo..

1. baju menyusui untuk sang Ibu.
Saya rasa sebagian besar Ibu di era ini mulai kembali menyusui para bayinya, tidak seperti sebagian besar working mom di era 90an. Sehingga, memberikan baju menyusui yang bagus bisa jadi pilihan alternatif karena kebanyakan orang memberi kado untuk si bayi. Baju menyusui macam apa, ya yang layak dipakai bekerja/jalan-jalan. Pilih yang berbahan ringan, menyerap keringat, atau terasa dingin di kulit. Ada beberapa brand pilihan di instagram seperti @emeno_nursing, @nyonya_nursingwear, @mamibelle_nursingwear. Atau bisa juga 1 set tank-top atau manset menyusui. Jadi si Ibu bisa tetap pakai baju favoritnya, dan ga ribet nyusuin karena bisa pakai tank-top menyusui di dalam baju.

2. (untuk Ibu yang melahirkan anak kedua, ketiga, dst) hadiah untuk sang Kakak.
kelahiran pertama, semua serba baru, membuncah, rasa cinta dan kasih sayang SEMUA tercurah buat sang bayi baru. Bagaimana dengan lahiran anak kedua (dan seterusnya saya rasa)? Pengalaman saya, Sang Ibu pasti punya kekhawatiran apakah ia sudah cukup membagi cinta dan perhatiannya untuk anak-anaknya, sang firstborn dan baby-second-born? tebakan saya, di beberapa hari awal kelahiran semua sedang beradaptasi, ya Ibu, ya Bapak, ya Kakak, ya bayi. Membuat semuanya terasa melelahkan, dan overwhelming. Nah, kehadiran tamu yang kemudian memberikan kado buat Sang Kakak bisa membantu Si Ibu secara mental merasa terbantu, untuk memberikan perhatian pada firstborn, dan membuat Sang Kakak less jealous dengan kondisi baru tersebut, hence, less challenging. Soalnya kelakuan firstborn yang mulai merasa tersisih itu...
y a   a m p l o p   c h a l l e n g i n g - n y a !

3. Essential oil
lagi-lagi, terutama untuk kelahiran kedua dan seterusnya. Kadang, ada keadaan dimana sang firstborn gemas sekali sama adiknya.

gmz mz!

jadi..ada kalanya flu atau batuk, ya virus penyakit yang sering hinggap sehari-hari itu, menghinggapi Sang Kakak. Dengan tidak kuasanya kita senantiasa melarang firstborn mengungkapkan rasa sayangnya ke Sang Adik (yes, i'm talking bout that thousand rains of kisses, hugs, pinching, holding),  atau ke-gmz-annya tadi, besar resiko bayi tertular. Mau langsung kasih obat? yakin? ini bayi usianya baru beberapa hari lho! dan mungkin sedikit virus bagus untuk melatih daya tahan tubuhnya. SEHINGGA, essential oil saya rasa jadi pilihan jitu. Untuk kado kelahiran pertama, juga masih relevan. i'm talking bout essential oil untuk cold & flu bagi newborn dan toddler, immune baby guard essential oil untuk newborn, dan lain sebagainya. Saya sendiri kemarin mendera skenario pertama, dan bersyukur menjatuhkan pilihan untuk memesan essential oil cold & flu dan immune guard dari @botanina_id. Mereka juga punya sederet thoughtful products buat newborn & toddler, juga sederet products buat Sang Ibu, biar tetap hits, qaqa!

4. produk kecantikan / kesehatan untuk Sang Ibu
Satu lagi thoughtful gift buat Sang Ibu. Merasa senang sekali kemarin dapet breastpad disposable, haha. Kepake banget! i also thinking, natural organic deodorant, since breastfeed mothers have limits on their chemical intake. natural organic deodorant could save the day :D

5. #WishlistIbuMelahirkan
yang ini juara sih. pengalaman saya, yang ini diinisiasi oleh kawan saya, Oping :)
seringkali kado-kado melimpah untuk ibu melahirkan itu double, atau lebih sayang lagi, kadonya bagus tapi ga kepake. NAH, untuk menghindari kejadian macam itu, biasanya teman 1 geng patungan, lalu bertanya pada sang Ibu, "lagi butuh apa? sok,* mahal juga gapapa, kita patungan bersepuluh.." kalau begini, hadiah yang diterima bisa jauh lebih bermanfaat karena pasti terpakai :) kado pun bisa jadi 1 barang yang mahal tapi memang essential, seperti newborn carseat, 1 set alat mandi, lampu tidur, baby crib, playpen, dan lain sebagainya yang mahal lah, kalau dibeli sama seorang :)

sekian qaqa, silakan yang mau ngado, eh, maksudnya silakan yang mau ngasih kado ke ibu-ibu melahirkan :)

*sok = silakan dalam bahasa Sunda seharihari

Tuesday, August 23, 2016

Cinta

motherhood itu..apa ya..semacam embuh..
berkali-kali saya mengeluh tapi tidak membuat saya ingin untuk berhenti berada didalamnya.
malah seringkali saya jadi takut mati karena tidak siap meninggalkan dunia motherhood, merasa belum siap berhenti jadi ibu, merasa belum siap karena sepertinya tugas saya masih JAUH dari selesai dan baik, jangankan bicara soal sempurna.



berkali-kali, tiap lenguhan keluh itu mendesak ingin dikeleuarkan, selesai mengejawantah saya mempertanyakan diri sendiri,

if motherhood is THAT horrible, then why’re you still there? why are you kept doing it, being a mother that is. and why you want more than one kid? WHAT ARE YOU DOING?



satu-satu sambil selesainya berbagai hutang kerjaan, lalu membanjur diri dengan air dingin, pelan-pelan runutan logika itu datang.

motherhood itu sebongkah pengejawantahan cinta.

dan cinta itu..apa ya?
sebuah bentuk embuh juga sih.
pernah juga berusaha membongkar apa itu cinta disini.
cinta itu harusnya logis, tapi tidak. 
sederhana, tapi rumit.

simpulannya, cinta itu sederhana, cinta itu logis, tetapi cinta adalah sebentuk usaha yang perlu terus dipertahankan, untuk tujuan yang lebih besar.

motherhood itu cinta.
cinta terhadap hidup dan kehidupan.
cinta terhadap keseharian.
cinta terhadap proses belajar.
cinta terhadap proses yang tiada pernah berakhir.
cinta terhadap cita-cita menjadi manusia yang berguna dan lebih baik lagi.

motherhood itu,
logis tapi tidak.
sederhana tapi rumit.

dan entah seberapakalipun saya mengluh dan ingin berhenti kelelahan,
anehnya saya tidak berhenti.
TIDAK MAU berhenti bahkan.
dan tiap keluhan malah terasa manis di akhir tiap-tiap saya berhasil mengatasi keluhan diri saya sendiri.

cinta itu aneh.

dan manusia yang sanggup mencintai itu lebih aneh lagi.

karena hobinya cari repot.

i want to crack my head wide open

diantara sembelit,
perut yang kian membuncit,
tumpukan cucian piring yang membukit,
jemuran baju dibawah sinar mentari yang sengit,

ku ingin membuka kepalaku dan membiarkan isinya memburai mengerjakan sendiri tiap-tiap tugas yang terpaut tenggat waktu yang tak mau tau.

diantara anak kecil yang menangis,
menuntut ditemani main boneka manis,
atau dibacakan buku yang ceritanya magis,
kok ya rasanya seperti mendengar kalimat itu-itu saja yang berulang seperti kondektur bis,

ku ingin membuka lebar kepalaku, membiarkan isinya berurai mandiri meraih papan kunci huruf-huruf dan membiarkannya menyelesaikan sekian tugas dengan tenggat waktu yang tak mau tau.

diantara rasa kecewa pada tiap ekspektasi yang tak terpenuhi,
teman hidup yang luar biasa sibuk menafkahi,
rasa iri karena lagi-lagi si teman hidup yang produktif, lupa menengok ke sebelah, orang setengah waras yg ada di sisi,
hey, itulah aku si setengah waras yang hampir menangisi diri sendiri,

ku ingin membuka lebar kepalaku.
membiarkan isinya bekerja mandiri.
membiarkan sukmaku melesap melintasi ruang dan waktu.
menyambangi orang-orang nun jauh disana sambil berdiskusi, biar tak perlu lagi kujawab email mereka yang bikin risih.
ruang dan waktu...ah..aku jadi ingat serial cosmos yang belum selesai kutonton, kutumpuk bersama tugas lain karena aku berjibaku.
tapi serial itu relevan kalau memang betul bumi ini bulat, tidak datar dan bukan konspirasi.
biarlah, aku tetap takjub pada cosmos dan alam semesta dan percaya bumi ini apa adanya, terserah apapun wujudmu.
dan menulis ini saja sudah setengah jam sendiri.
alih-alih mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yang menunggu.

sampah.

s a m p a h !

*lari ke belakang dekat jemuran baju lalu teriak-teriak, "Abang baksoooo, kadieeeu! urang lapfar can dahar, ga sempet masak!" sambil mengeluarkan jilat-jilat lidah api dari mulut dan mata.
*naga mode on
*brb titipin anak ke suami


Friday, December 18, 2015

sisterhood in motherhood

i'm pretty sure, there's always sisterhood in motherhood.

baru saja, di dalam angkot, saya berjumpa dan berbagi kilometer sejenak dengan sebuah keluarga. Ada sang suami, yang duduk di depan, lalu ada sang istri yang menggendong bayinya yang berusia 8 bulan, duduk disamping saya. ada lagi sang nenek menggandeng putri yang tampaknya anak kedua sang istri suami. lalu duduk disebelahnya seorang anak lelaki dan remaja putri.

yup, they are one big family.

Melihat mereka hati saya hangat. Entah karena sinetron "Keluarga Cemara" atau saya memang sensitif dengan segala topik berbau keluarga, begitu melihat keluarga ini saya sungguh bersimpati.

saya ajak bicara ibu sang bayi, sambil menatap dan mengajak si bayi bercanda yang dibalas dengan senyum dan tatap jenaka ramah. hanya dalam hitungan jenak, saya langsung bersimpati pada si ibu, si istri, si nenek. ingin bayi itu sehat, ingin anaknya yang perempuan, yang katanya anak keduanya, juga sehat. ingin sekeluarga kecil itu sehat-sehat selalu. dan semoga proses menyusuinya lancar ya, sampai si bayi lepas asi eksklusif 2 tahun. mudah-mudahan tidak ada intervensi berarti sampai anak-anaknya tumbuh menjadi balita sehat, kuat, dan ceria.

semoga.

amin.

Wednesday, July 29, 2015

belajar hidup sederhana

Hidup sederhana bukan berarti hidup susah.
Berarti, hidup disiplin.

Disiplin dalam membuat perencanaan dan benar-benar menjalaninya.

Disiplin tidur cepat, dan bangun pagi.

jadi sempat: ngobrol pagi dengan kalbu, mencuci baju, siapin sarapan dan makan siang sebelum siang.

jadi bisa kerja sesuai jadwal di sore hari. Bebas dari kejaran deadline.

jadi bisa bahagia.

karena kalau ga bahagia, harganya mahal.
gagal deh bisa hidup sederhana.

jadi, silakan bahagia*

*mengutip surayah pidibaiq yang novelnya "Dilan" sedang kutamatkan.

Wednesday, April 15, 2015

kembali menjejak bumi

Ground Control to Major Tom
Ground Control to Major Tom
Take your protein pills and put your helmet on

David Bowie - Major Tom 


Beberapa hari belakangan ini, sedikit demi sedikit saya mulai merasa kembali punya kendali atas hidup saya sendiri.

being a mother, a lover, a wife, a worker, sure is overwhelming. at least for me.

dari masa kehamilan yang mulai terlimitasi, hibernasi total di setengah tahun pertama Laut lahir, mulai juggling coba-coba test the water untuk kembali bekerja, sampai sekarang, satu setengah tahun kemudian, bekerja kembali sungguhan, walau part-time.

being a worker (a responsible one), a wife, a lover, a friend (both to ur daughter and ur husband), sure is overwhelming. at least for me.

beberapa hari belakangan ini, dibantu Saska, saya kembali mulai bisa menjalani keseharian saya secara efektif. Laut tidak berkurang nagging-nya, tapi saya mulai bisa mengatur ekspektasi saya, dan mindset saya, bahwa saya bekerja, tapi prioritas saya adalah kecukupan Laut.

yes, managing expectation.
that's what it takes.

not as simple as it sounds, though.
one need to exercise it, get through it, over and over.
failing one, and try another.
i'm sure there will be another failure in the near future, but i just need to adapt and try another round.

kembali bergosip dan tertawa lepas bersama Tia dan Maknyes di sesi dapur trial Bakingwithkids, sambil Laut minta digendong-menyusu-diajak main keluar, tentunya. teman baik yang seperjuangan, is truuuully a blessings!

kembali berdiskusi dengan koordinator program dan pelan-pelan menyusun rencana bersama komunitas untuk merencanakan berbagai perbaikan bersama program CreativeNet.

kembali berdiskusi dengan teman, dan mendapat banyak tambahan pengetahuan baru.

kembali secara rutin membuka laptop, walau kadang, di hari-hari tertentu, i can't even type or read a thing *sambil gendong anak perempuan yang bergelayutan di kaki minta kue manis

kembali ngemil kue-kue yang oh-my-no enaknya dan ga mahal karena bikin sendiri *thanks-to-bakingwithkids-support-group (((support grouuuuup)))-kind-of

kembali punya waktu untuk membahas puzzle super rumit yang diributin di facebook atau di group whatsapp (komen destruktif ga penting doang, bukan bantuin mikir :p)

kembali bisa beraktifitas selama beberapa jam menitip Laut ke bapaknya :D

...

karena,
ibu yang sehat (fisik maupun jiwa) berarti anak yang bisa jadi lebih sehat lagi.
ibu yang bisa berpikir sederhana dan cukup bahagia karenanya, berarti anak yang juga akan mudah dibuat bahagia.
ibu yang punya banyak stock sabar karena tidak terkejar beban (pekerjaan atau pikiran), berarti anak yang boleh dan bisa belajar dari kerepotan yang dihasilkan dari self trial and error-nya.

a mother who finds a contentment in her daily activities means a better family living.

Inshaa Allah.
semoga bertahan lama ya, kesadaran ini

*note to myself


Wednesday, April 8, 2015

dikala itu melanda

baru saja membaca wikipedia Yoann Lemoine akibat sangat terpesona dengan lagu dan video klip Iron.

kok keren banget ya doi? makan apa ya kira-kira? saya..saya juga mau seproduktif dan sekeren itu.. *mata nanar, hampir nangis, kepengen..

semenjak saya membaca sebuah artikel Pramoedya Ananta Toer di salah satu majalah, dahulu kala, jauh sebelum saya menikah, saya sungguh terinspirasi.

artikelnya panjang, intinya sih, Pak Pram bilang kalau di masa kecilnya, dulu ibu-ibu desa itu, walau ibu-ibu yang bekerjanya di rumah mengurus urusan domestik, tapi berkarya juga, membuat sabun, untuk dipakai maupun di jual, menyisir daun pohon kelapa untuk berbagai keperluan, dari membungkus makanan sampai membuat sapu lidi, dan lain lain dan sebagainya.

saya sungguh ter-awe membacanya *kembali mata berbinar-binar

maka tertanamlah sebuah gagasan dan ide supernatural di kepala saya (apa sih, supernatural?),
"Jikalau..nanti..saya juga sudah punya anak, saya tidak akan berhenti berkarya. Saya akan berkarya untuk anak saya. Menggambar, membuat mainan, apapun..dan..terus..menelurkan karya. Saya mau anak-anak saya mengidolakan saya."

ide yang sungguh bombastis.

karena kawan, menjalankannya adalah..sungguh..aksi yang jauh lebih bertenaga ketimbang memimpikannya. hehe. benul.

jadilah saya masih merepotkan diri dengan ini dan itu, begini dan begitu.
sempat beberapa kali meltdown karena rasanya..rasanya..nano nano. sering saya merasa bersalah sama Laut (putri saya) karena banyak hal yang mungkin sebenernya biasa aja (merasa Laut kurang ngemil, kurang makan, kurang istirahat, kurang main), tapi ya..namanya juga kadang waras kadang engga. atau merasa super lelah, mempertanyakan ke diri sendiri sambil sedikit marah, "NANAONAN SIH MANEH BEUL?"

tapi ada beberapa simpulan yang bisa saya ambil dari pekerjaan saya yang sekarang:

1.
semua butuh kerja keras.
kalau saya berani punya mimpi, cita-cita, saya harus berani kerja keras.
berani.

2.
dibalik setiap kesuksesan gemerlap gemilang, ada sebuah cerita pahit yang belum tentu mau kamu jalani.

3.
(i tell this to myself) "Hey you spoiled brat! hidupmu jaaaauh lebih beruntung dari sebagian banyak orang yang bahkan tinggal tidak jauh dari lingkunganmu. you have no rights to complain anything, really."

yah, begitulah, 
jam 2 dini hari.
yang begini ini memang melandanya jam jam segini.
amin dan sekian.


Saturday, October 25, 2014

motherhood in reality; comment (or questions) and answer

imaginary interviews with mothers these day 

comment:
how wonderful! how can u still do a creative work and create things while raising ur daughter?

answer:
i can not..

it's not always rainbows and unicorns..well, there ARE, sometimes..but it takes lot of time management exercise which involve a lot of tears, thousands whys and a bit drama.
so yeah, in reality, i can not do a creative work. i'm a pragmatist now. creative work u say? *laughing* it's mere a lipstick, really just on a surface, u should see far beneath it.

comment:
how can u involve ur daughter (such a little girl) in ur workplace?

answer:
i must.

it's not a matter of can or can not. i must bring her to my workplace, sometimes. it's not what i ALWAYS want, but something that i must do, in order to fulfill my deadlines. finish my workload so it doesn't split my focus while i'm nurturing my daughter. so i can think clearly what i'm gonna cook for her, doesn't yell at once when she made a normal-kid-mess, doesn't break down and cry straight away when she won't sleep and ask for another round of playtime. in short, to help me keep my sanity.

comment:
how lovely! ur daughter is so calm and sweet..u must have taking care of her veeery good..

answer:
... 
*no words, just smile. "wave and smile boys, waaave and smile," said the penguins.

well..u doesn't get to see me at home OFTEN, d'ya? raising and taking care of her very good..let's see..
it, sometimes, in hard days, involve looots of tears, excessive needs to be understood by ur partner VERY MUCH, envying all of ur fellow mother/friend on ur social media circle (because they can still socialized while u don't even have the chance to take a short bath), dreaming and missing the old days..in short, insanity. yes, sometimes my daughter raised by insane women.

insane.
sometimes.
really, just sometimes.

am i a bad mother?

no, i'm a normal 21st century mothers.

how's that sound?
normal enough for u?

Sunday, September 14, 2014

Profesi

Kalau ditanya, "Apa profesimu?"
dulu saya bingung menjawabnya, kalau skarang ditanya, saya mau jawab begini ah..

"Praktisi rumah tangga"

:D
Ha ha!

Tuesday, June 3, 2014

hidup

it's just a short self-reminder.
some thoughts that pop up while i propose things in my prayer.
how long do you expect ur lifetime will be?
how long do you think ur partner's lifetime will be?
who will goes first?
...
in the end u'll parting ways
so while it last, will u try to be the best version of urself for ur lifetime-partner?
e v e r y  s i n g l e  d a y.
so in the end, there's no regret..

Totto-chan: Sebuah Ulasan

Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...