Saturday, August 22, 2009

Thursday, August 20, 2009

mahapati, kamu jahat sekali

Saya sedang membaca sebuah buku dan menemukan kisah yang sangat menarik untuk saya bagi. warning, cerita ini mungkin panjang ya, padahal sudah saya coba singkat sebisa saya. anyway, walau panjang, tapi sekali lagi, cerita ini menarik. tentang seorang bernama Mahapati dari zaman Majapahit yang jahat sekali menurut saya.
here we go, merujuk pada buku Tafsir Sejarah Nagara Kretagama yang ditulis oleh Prof. Dr. Slamet Muljana (terbitan september 2008, LKiS Yogyakarta)


Alkisah dalam sejarah majapahit pada saat Raden Wijaya berhasil mendirikan kerajaan dan menjadi Raja Majapahit, segera dibentuklah sebuah kabinet.

Adalah Arya Wiraraja yang sangat berjasa kepada Raden Wijaya. Saking besar jasanya, ia bahkan dijanjikan daerah sendiri pada saat Raden Wijaya telah berhasil menjadi raja Majapahit, semacam pembagian wilayah kerajaan.

Maka setelah Kerajaan Majapahit terbentuk, ditunjuklah Arya Wiraraja beserta anaknya, Arya Adikara sebagai rakryan menteri. Sedang yang menduduki jabatan patih amangkubumi adalah Empu Nambi.


Arya Adikara sebenarnya mengincar posisi jabatan “patih amangkubumi”, dan ia sangat kecewa pada keputusan Raden Wijaya yang tidak memberikannya jabatan tersebut, karena ia merasa memiliki andil yang cukup besar pula pada keberhasilan Raden Wijaya menjadi raja Majapahit, apalagi, ia adalah anak Arya Wiraraja yang jasanya juga sangat besar terhadap Raden Wijaya.

Arya Adikara memiliki nama hadiah dari raden wijaya, ialah Rangga Lawe. Rangga Lawe pun memberontak, meminta Empu Nambi dicopot dari jabatannya sebagai patih amangkubumi. Peristiwa ini dikenal dengan pemberontakan Rangga Lawe.

Saat peberontakan Rangga Lawe ini terjadi, adalah Lembu Sora yang menjabat sebagai rakryan patih Daha, ia adalah paman dari Rangga Lawe, meskipun demikian, ia tetap memihak rajanya, Raden Wijaya, saat Rangga Lawe kemenakannya memberontak.


Long story short, Rangga Lawe berhasil tertangkap, dan ia pun dibunuh secara kejam oleh Mahisa Anabrang. Melihat Rangga Lawe dianiaya oleh Mahisa Anabrang di tepi Sungai Tambak Beras, Lembu Sora pun tidak tega dan menusuk Mahisa Anabrang dari belakang sampai mati, bagaimanapun, Rangga Lawe adalah anak dari saudaranya. Menurut undang-undang Majapahit, sebetulnya Lembu Sora bisa saja dihukum mati, tetapi ia belum juga mendapat hukuman dari Raden Wijaya karena jasa-jasanya masih menjadi pertimbangan.


Kita tinggalkan sejenak Lembu Sora yang menghadapi kekalutan hatinya. Sementara itu kita mundur sedikit, kembali pada waktu dimana Rangga Lawe masih menjalankan usaha berontaknya. Di waktu yang paralel, adalah Mahapati, seorang pembesar yang juga berambisi menduduki jabatan patih amangkubumi, sama seperti Rangga Lawe.

Ia pun bersiasat licik untuk menjatuhkan Empu Nambi, tapi, kalaupun ia berhasil memfitnah dan menjatuhkan Empu Nambi saat itu, bisa saja yang akan ditunjuk menjadi patih Amangkubumi adalah Lembu Sora yang sangat setia kepada Raden Wijaya. Mahapati pun memutar otaknya yang cerdas sesungguhnya, sayang liciknya bukan kepalang. Jelaslah, ia harus menjatuhkan Lembu Sora terlebih dahulu sebelum menjatuhkan Empu Nambi. Dan peluang itu muncul bagai anugerah dewata padanya: pembunuhan Mahisa Anabrang oleh Lembu Sora.


Kembali maju pada alur Lembu Sora yang sedang kalut. Pada waktu yang sama Raden Wijaya pun sedang gundah hatinya, ia merasakah konflik yang terjadi di tengah-tengah kabinetnya, ia merasa ada sesuatu diantara para menterinya.


Disinilah Mahapati masuk...


Mengaranglah ia pada Raden Wijaya, bahwa para menteri sebenarnya menaruh keberatan karena ia belum juga menjatuhkan ganjaran sesuai hukum yang berlaku kepada Lembu Sora, tidak hanya itu, bahkan Lembu Sora sendiri merasa curiga terhadap kebaikan Raden Wijaya tersebut. Marahlah Raden WIjaya dan berjanji akan langsung mencopot jabatan Lembu Sora, Mahapati pun mengambil hati Raden Wijaya dengan menasihatinya agar jangan gegabah, seolah membela Lembu Sora dengan bijaksananya.


Pergilah kemudian ia pada Mahisa Taruna, anak dari Mahisa Anabrang, memanas-manasi hatinya.


Kemudian beringsut kembali Mahapati pada Lembu Sora dan berkata bahwa Mahisa Taruna, putra Mahisa Anabrang hendak menuntut balas dengan meminta bala bantuan dari Empu Nambi, dan ia nyatakan keberpihakannya pada Lembu Sora, mengambil hati dan kepercayaan Lembu Sora.


Ketika bertemu Empu Nambi, ia ceritakan bahwa Raden Wijaya hendak mencopot jabatan Lembu Sora dan menggantinya dengan Mahisa Taruna, ditambahkan, Mahisa Taruna juga sudah siap menuntut balas. Tapi keadaan yang ceritanya kacau balau itu berhasil Mahapati kendalikan dengan campurtangan personalnya. Empu Nambi pun terpikat dengan “kecekatan” Mahapati dan urun bantuan untuk mengurai simpul ini dengan menghadap Raden Wijaya dan meminta Raden Wijaya segera menghukum Lembu Sora agar tidak terjadi lagi ketegangan intern kabinet.


Lembu Sora sangat sedih mendengar desas-desus tersebut, ia pun bersama kawan-kawan setianya, Juru Demang dan Gajah Biru lebih memilih mati daripada dicurigai oleh raja yang pernah ia bela mati-matian. Mahapati masuk lagi, ia menghibur Lembu Sora dan mengatakan bahwa ia sudah berusaha sebisanya untuk mencegah Empu Nambi membujuk Raden Wijaya menjatuhkan hukuman padanya.


Sementara itu Raden Wijaya sudah memutuskan, mengingat jasa-jasa Lembu Sora yang tidak sedikit, ia tidak akan menghukum mati Lembu Sora, tetapi akan mencopot jabatan dan membuangnya. Lembu Sora dikatakan menolak keputusan tersebut. Raden Wijaya menjadi susah hati melihat hubungan karibnya dengan Lembu Sora, harus bersengketa. Mahapati di depan Raden Wijaya kembali membela Lembu Sora dan memberikan usul bagaimana kalau Raden Wijaya memberikan perintah tertulis saja dan ia akan memercayakan dirinya menjadi kurir. Raden Wijaya pun setuju dan surat diantar Mahapati pada Lembu Sora.


Surat dibaca Lembu Sora, ia pun memberikan jawabannya secara tertulis pada Raden Wijaya, isi suratnya berkata bahwa ia masih menaruh cinta bakti dan bersedia menyerahkan jiwa raga di hadapan Sang Prabu (Raden Wijaya). Ia tidak akan membantah meski akan diserahkan pada Mahisa Taruna sekalipun. Segera ia dan kawan-kawannya akan menghadap istana.

Surat tersebut diberikan pada Mahapati.

Dan Mahapati yang tidak puas pada reaksi Lembu Sora menyampaikan pada Raden Wijaya bahwa Lembu Sora dan kawan-kawannya sudah sepakat untuk khianat.


Maka saat Lembu Sora dan kawan-kawannya sampai di istana untuk menghadap Raden Wijaya, pengalasan mengatakan Baginda tidak bersedia menerima mereka, dan ketika Lembu Sora memaksa untuk masuk istana, alih-alih diterima oleh Raden Wijaya, Sora diserang oleh tentara Majapahit yang telalh dipersiapkan Empu Nambi.


Dalam perkelahian itu Lembu Sora, Juru Demang, dan Gajah Biru gugur.

Siasat Mahapati berhasil dengan baik.


Long story short, pada akhirnya Empu Nambi juga dijatuhkan oleh Mahapati dengan cara yang tidak kalah jahatnya.


DAN Mahapati pun pada akhirnya berhasil menjadi seorang Patih Amangkubumi


there u go. sebenernya cerita waktu dia menjatuhkan Empu Nambi kemudian itu SAMA jahat dan liciknya! gila banget lah orang ini. jahat pisan san san.

saya jadi inget kata-kata temen saya: "ada dua macem orang yang selalu dapet kemudahan dalam mewujudkan keinginannya mit! kalo ngga di bener-bener baik, dia BENER BENER JAHAT."

ya, dalam kasus ini, terbukti! karena si Mahapati ini tampak selalu dapat kemudahan dan jalan, padahal dia jahat bukan main. suka jadi kesel sendiri, kan kasian Lembu Sora.

Friday, July 31, 2009

tips

jika kamu adalah seorang mahasiswa yang akan sidang, INGAT
1. dosen juga manusia,
maka dari ituuuu, kemungkinan bahkan dia tidak tau apa yang kamu pelajari secara mendetail semalam kemarin. TAPI mereka tidak boleh tidak tau, makadari itu satu-satunya cara ya menyalahkan saja tho? jadi..
2. tenangkan dirimu
ketawa-tawa aja di dalam ruang sidang, tapi...
3. jangan lupa napas ya
ini sering terjadi terbukti waktu dosen melemparkan pertanyaan, walau kamu sudah bisa menjawab pertanyaan itu dalam sepersekian detik dalam otakmu tapi yang keluar dari mulutmu hanyalah "ee.. eee.. cepacebucp pacebubuac cepabukapcek pakc ekepake.."
4. banyak-banyak lah tersenyum dan JANGAN nyolot
5. kalau kamu sudah selesai dan teman seperjuangan mu merasa sangat down,

SIMPAN semua cerita kesuksesanmu. bercerita betapa pintarnya kamu di ruang sidang bukan cara berempati yang paling
bagus tampaknya, kalau sehabis itu kamu tidak dikejar-kejar dengan garpu terhunus karena mukamu seperti batagor dengan belepotan bumbu kacang coklat.

sekian sementara. amin.

Monday, July 27, 2009

mimpi atau cita-cita

mimpi itu hal yang absurd.
dia bisa membuat manusia bersemangat sangat.
merasa positif di satu waktu, perasaan bahwa manusia bisa mencapai apapun, apapun.
tapi mimpi
seberapi-api apapun, juga kadang mudah terlupakan.
atau mungkin bukan mimpi dan cita-cita yang absurd, manusia dan ke-kompleks-an nya itu sendiri yang absurd, khihi.
mungkin karena itu, manusia selalu butuh manusia lain,
dan teman adalah harta yang berharga,
walau kata keluarga cemara harta yang paling berharga adalah keluarga :]

menunggu

adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan.
sudah lebih dari 2 minggu saya menunggu jadwal dipanggil sidang.
sambil menunggu saya (harusnya) belajar.
tapi, selalau ada tapi bukan? :p

baru menonton film Watchmen.
setelah menonton saya jadi merenung, issue film ini cukup bagus, cukup membuat saya berpikir.
there's always a price for everything.
always.
"price" disini, kalo sesuai pelajaran ekonomi saya waktu SMA, selalu ada pengorbanan untuk mendapatkan barang.
untuk sebuah kedamaian bumi katakanlah, kalo yang film itu bahas.
atau,
sekedar sebuah kenyamanan masa depan?
idealisme atau rutinitas?
extraordinary atau normal?
knight in shining armor atau realita yang cukup?
dari menunggu, datang dilema.

Saturday, July 11, 2009

fuel

di suatu sore yang cerah dan kuning, beruang madu mampir mengetuk pelipisku, dan memberikan secarik notes. 

pertama kali membuka notes itu saya heran, "wow, bahasa inggris! kemajuan, beruang malas itu belajar bahasa inggris. aaaahhh terharu, dia belajar buat saya, hix, baik sekali dia.." TAPIII setelah saya baca, saya cuma bisa misuh-misuh*, "hmmmmfff, dasar beruang MALAS!"

begini tulisan dalam notes itu:


A certain shade of green, tell me, is that what you need? All signs around say move ahead. Could someone please explain to me your ever present lack of speed? Are your muscles bound by ropes? Or do grudges cloud your day? My sources say the road is clear, and street signs point the way. 

Are you gonna stand around till 2012 A.D.? What are you waiting for, is it A certain shade of green? I think I grew a gray watching you procrastinate. What are you waiting for?

Would a written invitation signed, "Choose now or lose it all," and sedate your hesitation? Or inflame and make you stall? You've been raised in limitation, but that glove never fit quite right. The time has past for hand-me-downs, choose a new, please evolve, take flight. 

Remember, when you procrastinate you choose last.

U should ask urself, Can I Graduate? Can I look at faces that I meet? Can I get my punk-ass off the street? I've been living on for so long.

Put this in ur mind, To the bastard talking down to me, your whipping boy calamity, cross your fingers, I'm going to knock it all down!

Echo fading, We can't let go. she goes walking by in slow-mo'. Sell your Heart out for a buck! Go on, Fade out, before I get stuck, talking to somebody like you.

Do you live the days you go through?

Echo fading, candle blow. Did you flash out long ago? Cross my fingers, I don't know. Someone poked you down below.

I'm not waiting here for you to fly (I mind), Will this song live on long after we do (I mind)?


untuk otakmu yang saya sayangi,

tertanda,

beruang MUDA.






*misuh-misuh, "ini kan teks laguuuuu!"

Monday, May 25, 2009

rwa binedha

dalam setiap hal selalu ada dua sisi. Ada baik ada jahat, ada siang ada malam, ada kanan ada kiri, ada suka ada duka, dan keduanya saling melengkapi, keberadaan salah satunya mengukuhkan keberadaan satu yang lain, dan ketiadaannya praktis meniadakan yang lain pula.

Tuesday, May 12, 2009

hari lain dari beruang madu pemalas yang muda dan tidak malas

"tulalit tullit tulalala tulalilut..tiut tiuutt.."
telfon si beruang muda berkicau di telinga.

"hya..hallooo?"
"BARU BANGUUUNN? ASTAGAAA"
"ngga..hya ada aphha..?hoahhhhhmmm"
"bangun dan kirimkan mendoan 2 buah ke rumah Pak Pos Pelikan. mendoan ada di toko, sudah dibungkus dengan alamat tujuan."

sedikit info, sekarang beruang madu sedang bekerja sebagai pedagang mendoan, disamping usahanya menyelesaikan sekolah hutan.
kenapa mendoan? karena ia suka mendoan, sesederhana itu.

beruang madu pemalas yang muda dan tidak malas segera bangun dan menggeser batu penutup gua nya untuk membiarkan sinar matahari menyelinap.

"Astaga!"

gerimis.

ia kembali bergumul dengan selimut hangat dan bantal dakron.
tapi karena ia tidak malas,
"Saya tidak malas..."
ia pun bangun, memakai jaket dan bergegas ke toko mendoan untuk mengirim mendoan. 

mendung dan gerimis di jalan membuat suasana hatinya yang blum penuh bernyawa ikut mendung.
tapi ia sadar betapa menyebalkannya orang yang cemberut,
"Saya tidak menyebalkan.."
maka ia pun memutuskan untuk tersenyum sepanjang jalan.

selesai mengantar mendoan ia kembali berjalan pulang ke gua nya.
di jalan tanpa terasa mendung sudah lewat.
dan langit berawan kembali cerah dengan sinar matahari hangat pagi, hanya tersisa angin sejuk dari mendung.
beruang madu pemalas yang muda dan tidak malas pun suasana hatinya membaik.
dia jadi ingat lagu badai pasti berlalu,
"Mendung pasti berlalu...Mendoan pasti habis..."

well well, selamat datang kembali beruang muda! ayo selesaikan sekolah hutanmu!

Tuesday, May 5, 2009

Be re nang

“Seperti apa bunyinya?”


Hmm, coba saya pikir dulu, ini tidak mudah..yang jelas ada huruf J disitu..mmh..S, R, dan H sudah pasti akan ada..sebentar sebentar, biar saya pikir dulu..


Yang saya tau pasti..rasanya...


“Rasanya?”


Dingin menyeruak membalut dimulai dari ujung kaki terus naik merembes keatas sampai ubun-ubun kepala. Dan sensasi dingin yang membalut menyeluruh itu bisa mendinginkan kepala serta isinya yang mulai panas dan membuat pita-pita jalan pikiran di dalamnya kusut dan ruwet.


Sesaat setelah berada didalamnya, perlahan tubuhmu terangkat otomatis..serasa tidak memiliki bobot..


Pretend that I am weightless, and in this moment I am happy..happy..


Dari sensasi dinginnya, saat tubuhmu melayang keatas perlahan, meniadakan gravitasi karena masa jenis yang terkalahkan, hangat matahari mulai menyentuh.

Tutup mata.

Dalam gelap menikmati nafas yang mulai bisa diambil.

Tarik yang dalam.

Hembuskan dalam hangat yang menyentuh kepala, perlahan.

Tengadahkan kepala sedikit lebih keatas.

Buka mata.

Dan pepohonan hijau, rindang, menyambut dengan lambaian ringan ke kanan..ke kiri..baru kemudian angin sepoi-sepoi mulai terasa menyapu.


Kulit terbalut dingin menyegarkan, kepala tersentuh hangat dan angin semilir, pandangan dimanjakan pepohonan hijau, tutup sebentar telinga.


“hmmmmmm...”

Tersenyum saja, sambil kembali menutup mata dan bernafas dalam, sebagai reaksi dari sensasi.


Sesaat kemudian tubuh ini mulai bergerak dalam balutan dingin itu, menggerakkan tangan, kaki, dan membelalakan mata.

Di bawah sini semua menjadi lambat.

Lambat.

Dan melayang.

Melayang...

Kuputar tubuh, menggeliat, jungkir balik, meregangkan otot-otot, semua dalam keadaan...me la yang...

Tersenyum lagi.

Mengambil nafas sejenak untuk kubawa melayang di bawah lagi.


“Melayang di bawah?”


Ya, melayang, di bawah. Sambil tersenyum.

Ayo meluncur! Bentangi ujung satu ke ujung yang lain! Dan dalam meluncur itu perhatikan tangan yang memimpin di depan. Menyeruak. Rasakan kaki yang mendorong dan menendang di belakang. Mendorong dan menendang hampa, untuk kemudian memacu tubuh melaju ke depan.

Lagi.

Dan lagi.

Dan lagi...


“Jadi, bagaimana bunyinya?”


Yang jelas ada huruf J disitu..mmh..S, R, dan H sudah pasti akan ada..sebentar sebentar, saya mendengar beberapa lagu mengalun bernyanyi potong-potong..hmm hmm hmmm..


I..go..down..deep..



In my dreams I'm dying all the time, Then I wake its kaleidoscopic mind, In my dreams I'm jealous all the time, Then I wake I'm going out of my mind, Going out of my mind..



I'm moving, I'm coming, can you hear what I hear? Moving, coming, can you hear what I hear?



There's something that I wanna keep, inside my heart where feelings are soul deep. things could get worse day after day, I know my dreams would never fade away.



Deep waters, I'm drownin' in, deep waters, slowly drownin' in deeper



“Jadi, bunyinya?”


Sebentar, ini tidak mudah..yang jelas ada huruf J disitu..mmh..S, R, dan H sudah pasti akan ada..tinggal bagaimana menyusunnya..

Hey! Siap-siap! Ada yang akan melompat...


“Jbrusssssh”


Ahh, segar sekali!


-Bandung, 4 mei 2009


kolam renang sabuga, Bandung

Incubus wish you were here

Binocular deep

Moby porcelain

All Saints pure shores

Tahiti 80 soul deep

Incognito deep water


Totto-chan: Sebuah Ulasan

Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...