Friday, February 27, 2009

du du dua

pagi ini menonton pertunjukkan tari di ISI.
ada tamu dari Kamboja.
dipersembahkan 3 tarian oleh ISI.


tarian pertama, Tari Selat Segara yang ditarikan cantik sekali sama mahasiswa ISI semester 8


tarian kedua, nah ini, saya lupa nama tarian nya, tapi yang menarikan mahasiswa asing yang belajar nari di ISI. ada yang dari Cheko, dan Jepang. Lucu deh, ngeliat mereka menari Bali. yang paling saya ingat yang Cheko dan Jepang karena mereka yang paling mencolok. si Cheko melotot-nya lucu sekali, si Jepang melotot terus sama sekali ga senyum, khaha, tegang dia rupanya, sempet liat di Backstage, wajahnya mengernyit usai tampil.


tarian ketiga, lupa juga namanya, tadi dikasi tau. nah ini yang nari temen-temen di kosan. ada Ade, Astina, Sidik, Kadek dan teman teman. tarian ini tarian perang antara Gatotkaca dan Karna di epik Mahabratha. terus ya, menarik nya, di tengah-tengah tarian 8 orang ini, nanti mereka berformasi jadi kereta kuda yang membawa Karna. ada 2 orang jadi kuda, 2 orang moter payung besar jadi roda, dua orang pegang kipas jadi kereta, sisanya di tengah jadi Karna, dan di belakang bawa payung. khihi.






selesai tampil mereka main salah-salah an, siapa yang narinya ga bener, khaha.






para penari dan perempuan penitipan barang

Thursday, February 26, 2009

hari pertama: langsung bertemu Biang Bulan

dan makan siang pertama saya di Denpasar trip kali ini GRATISS
khehehehehehehehe :D
plus plus, sempat ngobrol dan interview, yeay.
Alhamdulilah!

Pak Suartha, Misto, dan Pak Hans Ibu Netty

1/2 hari pertama.
pagi-pagi sekali mulai jam 6 Bali hujan.
hmm, Legian lebih tepatnya.
Legian hujan.
sepupu saya maupun temannya yang berjanji bersama akan mengantar saya, tidak satu pun bangun.
mungkin masih terlalu pagi, mari tidur lagi.
...
tidak tidak, ayo bangun. fokus. fokus.
fokus. dingin. ngantuk. fokus!
ok, saya bangun.
membangunkan yang lain.
percuma.
mari buka peta saja. seberapa jauh ISI denpasar dari Legian?
lumayan.
hmm..
membangunkan orang-orang.
sia-sia.
baiklah saya telfon 108.
"selamat pagi mas, boleh minta nomer telfon taxi Bluebird? 701 111, ok, terimakasih, selamat pagi"
membangunkan, berpamitan, dan saya meluncur, diantar Pak Gede Suartha yang mewakili burung biru yang saya pesan.
pertama bertemu saya minta tolong ia untuk mengangkat sepeda dan koper saya, karena tubuhnya pun besar, saya tidak sungkan minta tolong, tapi wajahnya agak galak.
saya pasang senyum aja deh, lebar-lebar.
he...
saya jadi serba salah. "maaf pak, saya ga kuat, maaf ya" saya membatin. sambil tetep senyum pastinya.
saat taksi meluncur dia mulai bertanya ini itu, dan saya pun kemudian bercerita ini itu.
ternyata pak Suartha cukup ramah dan guide yang baik :] banyak informasi saya dapat dari dia.
saya pun sampai di kosan tempat ibu Dayu.
tempatnya persis di belakang (atau samping, ya? aduh saya blind direction) ISI.
cek baby cek.
adalah Misto yang menjaga kosan tersebut.
laki-laki berkulit sawo matang usia paruh baya.
masih cukup muda. dan asalnya dari jawa (daa, namanya Misto gitu) (iyeee, sapa tauuuu..nama lengkapnya misto li, misto d -dibaca mistah di-, atau misto siahaan).
keadaan kamar kosan..hmm....
hmm..
"maaf mba, ini lampu nya mati, nanti siang saya kesini lagi bawa bola."
bawa bola?
"ayo mas kita main basket! atau main futsal! mas tau aja saya uda lama ga main basket!"
no, really, saya ngerti yang dia maksut lampu.
1 - 10..nilainya 4..hm, masih bisa survive kok, mari kita periksa kamar mandi.
ok. kerannya airnya keluar kecil sekali, banyak sarang laba-laba, lampu kuning, dan ada air mengalir dari arah kloset. nilainya 2.
"mas, keran nya emang sebesar ini keluar airnya?"
"iya, emang udah ga bisa lebih kencang lagi keluarnya. kadang malah mati mba. soalnya pipa nya suka mampet. kecil pipanya, bersihin nya susah."
nilainya..ah..saya nangis aja deh.
mas Misto keluar meninggalkan saya dengan janjinya untuk kembali bersama bola dan bayangan saya yang kelabu.
saya pun memutuskan untuk keluar dan keliling.
dan saat itulah saya bertemu Hans (kemudian saya panggil Pak Hans), yang halaman samping (atau belakang?) nya menempel dengan pelataran kos kosan.
Pak Hans orang Belanda yang sudah 11 tahun di Bali dan menikah dengan ibu Netty.
kami pun berbincang.
dari mulai tujuan saya di sini, harga-harga naik, krisis ekonomi, anjing gila dan fakta bahwa kira-kira sudah 5 orang di Denpasar sini meninggal kena gigit anjing rabies, serta rencana nya untuk berburu dan membunuh anjing-anjing gila yang dia temukan berkeliaran (lalu dia mengajak saya turut serta berburu dengan wajah super ceria. hiiiii -saya balas undangannya dengan gelengan dan senyum kecut, soalnya saya blum juga mandi selain karena saya juga ngeri). itu cerita dia.
sampai kamar kotor, bau, dan kamar mandi yang....(maaf saya kehabisan kata-kata, saya cuma memberikan mimik wajah). ini keluhan saya.
dan Pak Hans bilang memang begitu keadaan kosan yang itu.
"lebih baik kamu ke ibu.. (aduh saya lupa namanya) yang rumahnyadi depan situ, tembok putih. dia akan kasih kamu lihat sendiri kamar yang dia punya. lebih bersih."
mendapat secercah harapan, saya pun melesat ke rumah ibu...
saya disambut dan akhirnya saya melihat tempat penyewaan kamarnya.
pas.
ada kosong satu.
jodoh.
lebih mahal sedikit, tapi berbanding lurus. worth it bahasa masa kini nya.
dan saya pun berkenalan dengan penghuni kosan tersebut yang mayoritas anak tari ISI angkatan 2007. muda sekali, cih. *khahahahahha*
meet my new friends, they're warm and welcoming me well :]
rima, eni, yuli, astina, ade, kadek (masih akan menyusul karena ini baru sebagian).

Wednesday, February 25, 2009

be a ba, el i li

air asia delay 30 menit.
mengisi waktu senggang dengan duduk di depan sepasang kekasih yang bermesraan.
untung ada kamera dikhital. ekhehehehehe *tertawa villain a la Grinch.
penerbangan cukup singkat dan tidak terlalu banyak turbulensi walaupun kata sang kapten cuaca sedang tidak bersahabat.
di pesawat, duduk disamping (bukaaaan, bukan samping pak kusir yang mengendarai kuda supaya baik jalannya) seorang ibu yang bercerita bahwa dia bekerja di Quait.
dan ternyata dia ke Bali bersama suami dan dua orang anaknya.
untuk 3 hari berlibur dan akan ke semarang dan jogja juga sebelum kembali ke Quait sekeluarga. *lah, saya jadi tau ginih
tapi percakapan bersama ibu tadi cukup seru dan menyenangkan :D
dia ternyata menempuh S2 nya di Bandung dan tinggal di sangkuriang.
dan dia bilang betapa pendidikan itu penting. *iya iya tante, penting. bener.
pernah jadi dosen geologi juga di ITB.
"bener lho, pendidikan itu penting. yang penting punya cita-cita. iya mimpi tinggi itu penting juga lho. yah kalo ga kesampean seengganya nyangkut lah di dahan nya yang mana. ya kan? *sambil tertawa* iya bener kamu, doa orangtua penting, bener. ya, soalnya manusia bisa punya mau tapi tetep, semua Dia yang ngasih. yang penting kamu minta dulu. Loh, eh bener lho, yang penting itu kita minta. minta dan usaha. pasti bisa. kamu di Bali ngapain? oh ya? penelitian? ah ya, sukses ya, saya doain..."
wah, di doa iiiiiiiin :D
di doa in sama seorang ibu, walaupun ibu oranglain, dia tetap seorang ibu.
dan doa seorang ibu itu dahsyat :]
kami berpisah begitu pesawat mendarat. dengan senyum terkembang dan ucapan terimakasih.
"sampe ketemu lagi ya!", Kata si ibu sambil melambai.
mengantri mengambil koper.
dan koper saya rusak, gembok nya pecah, jadi je a ja de i di, ga bisa di lock lagi.
capek, tapi saya ga marah.
yowess lapor saja.
lapor, dan mendapat ganti rugi 50ribu setelah menunggu kurang lebih satu jam.
sambil menunggu diajak ngobrol seorang anak muda jakarta yang ketinggalan pesawat pulang ke jakarta dan berencana memesan air asia.
lumayan menghibur sambil menunggu karena ceritanya cukup konyol.
dijemput Winda, saudara sepupu saya yang kebetulan sedang berlibur, untuk diantar ke tempat kos.
menelfon ibu kos, tidak diangkat, jadi saya kirim sms.
sementara itu saya bertemu Mas Bondi yang meminjamkan sepeda lipat.
*yeeeaaaa bertemu pertama kali dengan si sepeda :] hai sepeda, kita akan bersama selama 3 minggu tampaknya :]"
ey, sms saya dibalas!
"Amanda, penjaga kos nya sudah tidur. besok pagi saja ke kos kosan. malam ini mungkin amanda bisa bermalam di hotel terdekat"
ok.
plan B.
saya bermalam di tempat sepupu saya berbagi kamar dengan teman-temanya.
bukan malam yang mulus sesuai rencana.
tapi saya masih merasa senang :]
perkenalkan, sepupu saya Winda, temannya yang baik dan keibuan Dewi, dan dua orang lagi temannya Yanti dan Sandra.
malam ini kami jadi sarden, khaha :D

halo sepeda lipat,
halo bali
:]

Sunday, February 22, 2009

zouveniiiiiiiierrrrs

akhirnya daripada beli peyeum haseum yang brilian itu dan mengganggu para penumpang pesawat nantinya dengan bau haseum nya, ditemani Imay, teman saya, di sore yang hujan ini kami meluncur ke cihampelas wok dan membeli ini.

magnet kulkas sekaligus bottle opener.

di mahanagari tadi sebenarnya ada beberapa calon kuat seperti pensil dengan gogolekan kayu (saya lebih pilih pensil karena kalo bolpen suka macet tintanya dan pensil tu lebih..lebih apa ya..lebih..membumi sepertinya) dan ada pensil yang diatasnya ada wayang kecil dari logam gt. terus ada tulisan nya "bandung" atau "indonesia", saya pilih yang "bandung". tapi setelah ngobrol sama mas mas yang jaga, minta diskon de es be, ahirnya diputuskan! saya pilih membeli magnet ini sebanyak jumlah narasumber (dapet diskon tentunya, hoho, terimakasih Azis dan Oms :D) dengan 3 gambar. gambar cepot, gambar gedung sate, dan gambar villa isola. dengan pertimbangan, pensil mungkin ga akan dipake sama pak atau bu narasumber, tapi kalo magnet kulkas dan bottle opener bisa dipajang dan lebih bermanfaat untuk mereka, semoga.

dan dengan ini, kami nyatakeun,
"souvenir untuk narasumbers..CEK!"

:D

meet Rangda

photograph by Darmastyo Wicaktomo S.

foto ini diambil teman saya Icak waktu pentas nari di Unpar tanggal 21 malam kemarin.
even though the show didn't go quiet well, but i feel happy anyway :D

belok dikit, saya jadi keinget, pernah denger dari Agni dan Kandi teman saya, ttg "String Theory" atau teori dawai.
asumsinya teori itu, mimpi kita bisa terwujud dan jadi beneran, selama kita percaya kalo KITA BISA dan fokus sama keinginan kita. mungkin intinya, seberapa kuat kita percaya sama mimpi kita.
semakin kita percaya sama mimpi kita dan melakukan usaha buat ngewujutinnya, itu ibarat nya kita menggetarkan satu dawai. dan satu dawai kita yang bergetar itu akan ikut menggetarkan dawai-dawai lain yang ada di sekitarnya sampe semua dawai ikut bergetar.
gituuuuuu, ceunah mah.

kembali, walaupun bukan saya yang di dalem kostum ini, tapi saya suka foto ini.
dia adalah Rangda.
dibaca Rangde sama lidah orang Bali.
pertama liat tokoh ini di acara televisi "Sink or Swim" di Travel & Living (uuu i love this show! Jamie Aditya's in it!) di Episode itu Jamie dapet tantangan untuk mementaskan Rangda, dia harus belajar menarikan dan memerankan Rangda. saya lupa nama lakon sendratari nya tapi ini tarian yang selalu ditarikan waktu taun baru Hindu di Bali.
lucu deh, jadi ceritanya ya, si Rangda ini, yang notabene jadi antagonis, suka menculik bayi-bayi, (tau dari icak juga Rangda itu artinya Janda diambil dari bahasa Jawa, Randa). dan nantinya dia akan berperang dengan Barong yang ceritanya jadi protagonis nya. TAPI, in the end of the show, mereka akan baikan, dilambangkan dengan adegan saling menempelkan wajah as if they kissed.
JADI, as Jamie's narrating,
there's no such thing as "real" good or bad in Balinese. they all have both sides. baik dan buruk itu saling melengkapi dan selalu akan ada, ga akan ada yang menang. kebaikan ga akan ada tanpa keburukan. pun sebaliknya.

tapi yang di pentas semalem tokoh Rangda nya diperankan sama Pandu. keren deh, waktu menarikan Rangda ini ya, gestur dan cara nari nya itu..hmm..gmana ya mendeskripsikannya, hmm pokoknya keren deh. gagah berwibawa keliatannya, karena waktu menarikan bahunya bener-bener dibuat tegak dan naik,plus plus sama mimik mukanya itu, melotot nya, sama tatapan tiba-tiba yang patah (eh, gmana ya maksutnya, ya gitu deh) terus serem juga, soalnya jalannya stakato dan patah-patah, kebayang kaya hantu-hantu jepang model Sadako. terus cara jalannya, cara gestur ketawanya, atau pas dia berputar. Wah, bagus banget deh. dapet banget feel Raksasa Jahat nya, villain nya.
sayang semalem ga terlalu sukses, ga terlalu keliatan, mungkin karena kami kurang latihan, dan ga bisa gladi resik juga. dan suara nyanyian kecak yang jadi clue buat kami ga kedengeran, alhasil jadi ga kompak narinya. oia, dan fakta bahwa topeng Rangda yang blum pernah dicoba sama sekali kecuali sebelum pentas keluar panggung ini kegedean, jadi riweuh yang nari nya. menurut reportase, Pandu kesulitan melihat waktu pake topeng. dia ga bisa liat apa apa. sayang sungguh sayang. padahal bagus lho kalo bener. hix. next time better. harus :D

souvenir?

butuh kasih souvenir buat para narasumbers.
apa ya?
kata Biang Bulan sesuatu yang "bandung banget" akan lebih baik.
hmm..

saran dari Asso dan Duto:
belanjaan FO aja. bandung banget. *khahahaha, segitu melekatnya ya, bandung sama FO?
Brownies Kukus AMANDA aja *ya ya ya, the rest gonna be.. "AMANDA mita, bandung banget dan lo banget tuh.." makasih lho, nama saya uda identik sama brownies.

but i'm thinking,
sesuatu yang dari Bandung,
Bandung banget,
hmm,

peyeum haseum

khahahahahahhaha.

aaaaaaarrrrrrggggghhhhhh h-3!

Saturday, February 21, 2009

progress report

1. mencari rental sepeda atau beatrix
sudah dapet pinjemaaaaaan, yeay! :D kharateeess! sepedah lipet dari Mas Bondi

2. menyelesaikan BAB 3
"du du du du duuuu..la laaaa..doooo re mi, do mi, do mi, reee mi fa fa, mi fa sooooll, doo mi sol, mi sol, mi sol.."

3. menghubungi para narasumber
yang satu di telp ga diangkat-angkat, yang satu di telp dan kata orang rumahnya lagi ke luar negeri. oh LORD. BAGAYMANA INI BAGAYMANA

4. mencari souvenir untuk para narasumber
mmhh..kmaren ujan..gedeeeeeee banget.
hmmm..

MITA! kamu bisa dikutuk jadi adonan kalau tidak berguna begini!

tips bersepeda dari Asso

karena saya blum mahir mengendarai motor supaya baik jalannya di jalan raya,
ditambah saya tidak punya SIM C,
dan kekhawatiran banyak manusia kalau saya langsung praktek turun jalan bawa motor dan berbekal bekingan dewi fortuna karena ga punya SIM,
akhirnya diputuskan:
saya akan bersepedah saja selama di Bali.

dan berikut beberapa tips dari Asso teman saya, gegedug bersepedah:
1. sangat disarankan membeli sarung tangan
"di FO sebrang BIP aja, 60rban. klo pengen yang kaya gw 200rb (sombong benerrr!). belinya yang ngetat yah, soalnya bakal melar. beli ukuran S ajah.

2. jangan lupa pake bedak
"oh, trs jgn lupa pake bedak antiseptik ke ketek dada pungung pantat. serius gw. klo gw mah ga pernah bau klo pake bedak"

Friday, February 20, 2009

the journal

jurnal ini, untuk membagi keseharian dan cerita-cerita saya selama penelitian karya tulis saya nanti :]
i'll be away for 3 weeks
away to bali
sendiri
semoga bertemu banyak pengalaman menarik :D
let's count down
saya berangkat tanggal 25 februari 2009, sekarang tanggal 20 februari
dan BAB 3 saya blum jadi!
what a TOMATO! sitt.

yang belum saya lakukan dan seharusnya sudah sampai detik ini:
1. mencari rental sepeda atau betrix
2. menyelesaikan bab 3
3. menghubungi para narasumber
4. mencari souvenir untuk narasumber (i'm thinking mahanagari ciwalk..)

oh, ternyata ga sebanyak yang saya pikir di otak saya.
sip, masih ke kejar ini mah!

Tuesday, February 10, 2009

-

lari ke pintu itu!
lari!
lari lari lari!
terbaaang.
terbang.
jatuh di laut.
tengah laut.
laut tanpa tepi.
tenggelam.
tenggelam sampai kedalaman kedap sinar.
tenggelam sampai setiap detik terasa malam.
lari!
lari!
tenggelam.
bertemu ikan besar besar berwajah buruk.
bertemu ikan dengan mata sembilan yang bisa bersinar.
bertemu ikan besar besar.
lari ke pintu itu, lari!
"dimana pintunya?"
lari!
"dimana pintunya? gelap disini"
lari.
lari.
lari.

Monday, February 2, 2009

pura

the word for temple in Bali is pura, which is sanskrit word literally meaning 'a space surrounded by wall'
like a traditional balinese home, a temple is waled in, so the shrines you see in rice fields or at magical spots such as by old trees are not real temples. you'll find simple shrines or throne at all sorts of unusual places. they often overlook crossroads, intersections, or even dangerous curves in the road. they either protect passers-by, or give the gods a ringside view of the accidents!

(7th edition Lonely Planet, february 1999)

bekerja berkarya bekerja

sedang membaca pembahasan tentang "Hermeneutika Psikososial", dimana Habermas dan Freud menjadi acuannya, dan saya menemukan sepotong bahasan tentang makna "Bekerja" yang menarik dan semakin mendukung postingan terdahulu ttg bekerja menurut Pramoedya. menarik :]

Marx menjawab bahwa kondisi eksistensi manusia menunjukkan kepada kita: 

“[Manusia] dalam menghadapi substansi alam itu sendiri tampak sebagai suatu kekuatan alam. Ia menggerakkan kekuatan-kekuatan alam termasuk wujud jasmaninya, yakni lengan dan kaki, kepala, dan tangannya, guna mengapropriasi alam dalam bentuk yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupannya sendiri” (Habermas, Knowledge and Human Interest: 27-28).

Nama untuk apropriasi ini adalah kerja, yang merupakan suatu jenis kepentingan, “bebas dari semua bentuk masyarakat, suatu keharusan kekal dalam alam untuk menjadi perantara pertukaran materi antara menusia dengan alam. Dengan kata lain, ‘suatu kehidupan manusia’ (dikutip dalam Knowledge and Human Interest: 27). Sejauh ini, kepentingan tersebut seperti kepentingan setiap binatang, manusia atau bukan. Akan tetapi manusia mulai ‘membedakan diri dari binatang begitu mereka mulai memproduksi arti kehidupan’ (Habermas, Knowledge and Human Interest: 41). Ada berbagai kepentingan dalam produksi ini, dan bukan kepentingan konstruksi ideal pada sistem simbolik, dimana manusia mengunakan nalarnya.

“Itulah sebabnya,” Tulis Habermas,”kerja atau pekerjaan, bukan hanya sebuah kategori eksistensi manusia yang mendasar, melainkan juga sebuah kategori epistemologi.” (Habermas, Knowledge and Human Interest: 28)


bekerja adalah berkarya.

termasuk karya tulis, khehe