Monday, May 25, 2009

rwa binedha

dalam setiap hal selalu ada dua sisi. Ada baik ada jahat, ada siang ada malam, ada kanan ada kiri, ada suka ada duka, dan keduanya saling melengkapi, keberadaan salah satunya mengukuhkan keberadaan satu yang lain, dan ketiadaannya praktis meniadakan yang lain pula.

Wednesday, May 13, 2009

ending is beginning

photograph by Darmastyo Wicaktomo S.

i wonder

grown up peoples are tend to be forgetful.

aren't they?

Tuesday, May 12, 2009

hari lain dari beruang madu pemalas yang muda dan tidak malas

"tulalit tullit tulalala tulalilut..tiut tiuutt.."
telfon si beruang muda berkicau di telinga.

"hya..hallooo?"
"BARU BANGUUUNN? ASTAGAAA"
"ngga..hya ada aphha..?hoahhhhhmmm"
"bangun dan kirimkan mendoan 2 buah ke rumah Pak Pos Pelikan. mendoan ada di toko, sudah dibungkus dengan alamat tujuan."

sedikit info, sekarang beruang madu sedang bekerja sebagai pedagang mendoan, disamping usahanya menyelesaikan sekolah hutan.
kenapa mendoan? karena ia suka mendoan, sesederhana itu.

beruang madu pemalas yang muda dan tidak malas segera bangun dan menggeser batu penutup gua nya untuk membiarkan sinar matahari menyelinap.

"Astaga!"

gerimis.

ia kembali bergumul dengan selimut hangat dan bantal dakron.
tapi karena ia tidak malas,
"Saya tidak malas..."
ia pun bangun, memakai jaket dan bergegas ke toko mendoan untuk mengirim mendoan. 

mendung dan gerimis di jalan membuat suasana hatinya yang blum penuh bernyawa ikut mendung.
tapi ia sadar betapa menyebalkannya orang yang cemberut,
"Saya tidak menyebalkan.."
maka ia pun memutuskan untuk tersenyum sepanjang jalan.

selesai mengantar mendoan ia kembali berjalan pulang ke gua nya.
di jalan tanpa terasa mendung sudah lewat.
dan langit berawan kembali cerah dengan sinar matahari hangat pagi, hanya tersisa angin sejuk dari mendung.
beruang madu pemalas yang muda dan tidak malas pun suasana hatinya membaik.
dia jadi ingat lagu badai pasti berlalu,
"Mendung pasti berlalu...Mendoan pasti habis..."

well well, selamat datang kembali beruang muda! ayo selesaikan sekolah hutanmu!

Tuesday, May 5, 2009

Be re nang

“Seperti apa bunyinya?”


Hmm, coba saya pikir dulu, ini tidak mudah..yang jelas ada huruf J disitu..mmh..S, R, dan H sudah pasti akan ada..sebentar sebentar, biar saya pikir dulu..


Yang saya tau pasti..rasanya...


“Rasanya?”


Dingin menyeruak membalut dimulai dari ujung kaki terus naik merembes keatas sampai ubun-ubun kepala. Dan sensasi dingin yang membalut menyeluruh itu bisa mendinginkan kepala serta isinya yang mulai panas dan membuat pita-pita jalan pikiran di dalamnya kusut dan ruwet.


Sesaat setelah berada didalamnya, perlahan tubuhmu terangkat otomatis..serasa tidak memiliki bobot..


Pretend that I am weightless, and in this moment I am happy..happy..


Dari sensasi dinginnya, saat tubuhmu melayang keatas perlahan, meniadakan gravitasi karena masa jenis yang terkalahkan, hangat matahari mulai menyentuh.

Tutup mata.

Dalam gelap menikmati nafas yang mulai bisa diambil.

Tarik yang dalam.

Hembuskan dalam hangat yang menyentuh kepala, perlahan.

Tengadahkan kepala sedikit lebih keatas.

Buka mata.

Dan pepohonan hijau, rindang, menyambut dengan lambaian ringan ke kanan..ke kiri..baru kemudian angin sepoi-sepoi mulai terasa menyapu.


Kulit terbalut dingin menyegarkan, kepala tersentuh hangat dan angin semilir, pandangan dimanjakan pepohonan hijau, tutup sebentar telinga.


“hmmmmmm...”

Tersenyum saja, sambil kembali menutup mata dan bernafas dalam, sebagai reaksi dari sensasi.


Sesaat kemudian tubuh ini mulai bergerak dalam balutan dingin itu, menggerakkan tangan, kaki, dan membelalakan mata.

Di bawah sini semua menjadi lambat.

Lambat.

Dan melayang.

Melayang...

Kuputar tubuh, menggeliat, jungkir balik, meregangkan otot-otot, semua dalam keadaan...me la yang...

Tersenyum lagi.

Mengambil nafas sejenak untuk kubawa melayang di bawah lagi.


“Melayang di bawah?”


Ya, melayang, di bawah. Sambil tersenyum.

Ayo meluncur! Bentangi ujung satu ke ujung yang lain! Dan dalam meluncur itu perhatikan tangan yang memimpin di depan. Menyeruak. Rasakan kaki yang mendorong dan menendang di belakang. Mendorong dan menendang hampa, untuk kemudian memacu tubuh melaju ke depan.

Lagi.

Dan lagi.

Dan lagi...


“Jadi, bagaimana bunyinya?”


Yang jelas ada huruf J disitu..mmh..S, R, dan H sudah pasti akan ada..sebentar sebentar, saya mendengar beberapa lagu mengalun bernyanyi potong-potong..hmm hmm hmmm..


I..go..down..deep..



In my dreams I'm dying all the time, Then I wake its kaleidoscopic mind, In my dreams I'm jealous all the time, Then I wake I'm going out of my mind, Going out of my mind..



I'm moving, I'm coming, can you hear what I hear? Moving, coming, can you hear what I hear?



There's something that I wanna keep, inside my heart where feelings are soul deep. things could get worse day after day, I know my dreams would never fade away.



Deep waters, I'm drownin' in, deep waters, slowly drownin' in deeper



“Jadi, bunyinya?


Sebentar, ini tidak mudah..yang jelas ada huruf J disitu..mmh..S, R, dan H sudah pasti akan ada..tinggal bagaimana menyusunnya..

Hey! Siap-siap! Ada yang akan melompat...


“Jbrusssssh”


Ahh, segar sekali!


-Bandung, 4 mei 2009


kolam renang sabuga, Bandung

Incubus wish you were here

Binocular deep

Moby porcelain

All Saints pure shores

Tahiti 80 soul deep

Incognito deep water