Monday, July 9, 2007

perawan

it's like a bottle of mineral water.
sealed up.

it's like a bottle of ur favorite drink.
sealed up.

it's like a cough syrup medicine.
sealed up.

and every single thing that is worth.
(it should) sealed up.

and a warning appear :
"don't take if the seal broken"

so when u appreciate urself and considering urself worth it.
sealed up.

BUT, WHAT IF..
u get ur favorite drink u've been wanted,
get ur cough medicine u've been needed,

unsealed?

while u still sealed urself.

17 comments:

  1. it's still sealed
    if i got favorite drink, i'd sealed it if he's already mine 'real mine'
    if it's cough medicine i've choosed just to take a rest it's a diferent analogy hehheheh

    ReplyDelete
  2. So?

    gw gak salah kan Mit klo ternyata gw lebih sayang sama orangnya dibandingkan alat kelaminnya?

    Hehe..agak kasar yak..maap..

    ReplyDelete
  3. huummm..iya si,,jarang banget tu ada orang se-lapang-dada itu..
    analogi ini keadaan sekitar yang paling common di lingkungan gw skrg jo,,jadi kadang-kadang malah nge blur mana yang bener mana yang salah..gw suka ikutan bingung kadang"..jadi daripada bingung kita multiplying ajeee,,khehehehehehee..

    ReplyDelete
  4. khehehehe..klo ga gitu bukan konsumen namanya..

    ReplyDelete
  5. klo gitu gw konsumen bodoh dong..ah yang penting gw suka! biar kata obral atau dari gedebage..ini ngomongin sweater kan..?

    ReplyDelete
  6. mungkin ini saatnya kamu untuk mempertahankan apa yang kamu anggap benar..kita harus berpijak kan?
    Itukan sebenernya cuman masalah selaput tipis saja..tapi norma sosial yang membuatnya hal penting untuk kontrol masyarakat..waduhh...mulai gak lucu gini bahasannya...so not me!

    ReplyDelete
  7. jgn bingung mits..gw dukung si ujo lah..

    ReplyDelete
  8. “Gw kecewa banget pas ML ama dia. Dia jago banget! Profesional banget. Rasa sayang gwe jadi berkurang! Gwe jadinya ilfil! Siapa yang merawanin dia ya?”

    Di atas tadi adalah pernyataan dan pertanyaan yang saya dengar dari seorang teman saya yang berjenis kelamin pria. Tepatnya tiga tahun yang lalu. Aneh memang rasa kecewa teman saya itu. Di dalam hal ini saya tidak bermaksud untuk menyentuh wilayah gender. Sederhananya saya cakup di dalam kasus “Perbuatan Aneh” manusia saja.

    Padahal yang saya tahu bahwa teman saya itu adalah seorang yang selalu “itu” ketika dia berpacaran. “Membuka Segel” adalah standar kesuksesan pada dirinya. Tapi ketika dia mendapatkan seseorang yang tanpa “segel”, yang itu berarti sama dengan dirinya, maka dia akan merasa kecewa. Teman saya itu merasa bahwa wanita itu tidak akan bisa mencintai dirinya sepenuh hati. Karena teman saya itu berpikiran bahwa apapun yang terjadi pada pasangannya yang tanpa “segel” itu maka si tanpa “segel” itu akan memberi ruang hati yang sedikit berlebih kepada seeseorang yang membuka “segel” dirinya untuk yang pertama kalinya itu.

    Tidak adil memang, ketika kita terlalu menuntut ultra-kesempurnaan pada pasangan kita. Mesti inilah-mesti itulah. Namun di satu sisi, rasa menginginkan kesempurnaan adalah pencitraan diri yang paling manusiawi. Dari contoh teman saya itu, yang bisa saya simpulkan adalah dengan menjalin hubungan dengan seseorang Bukan Berarti Boleh Menguasai Masa Lalu Yang Pernah Dilaluinya dan Masih Dipunyainya Itu.

    Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (Surga).
    (An-Nuur;26)

    ReplyDelete
  9. :]
    kayanya postingan gw yang satu ini banyak menuai kontroversi yah..
    thanx anyway dan, buat reply nya, it's kind a bit sweet :]
    lots of perspective ya, nowadays bout this issue..
    baru"ini juga gw ngobrol sama satu orang ttg ini yang membuat gw berkesimpulan,"past is past. u're in present heading to future. u have lots of choices. decisions in ur hand, considering lots of tolerate. u are what u've been hold on."
    dan paragraf terahir reply lo membenarkan. :]

    ReplyDelete
  10. Huhuhh...siap, bu!!! yang jelas test Prambors I membuat pegal tangan dan persendian lainnya.....huhuh!!!

    ReplyDelete
  11. Wahh...ini suatu ajakan yang Bagus....
    jangan takut kalo dirimu mendapat tentangan dari orang-orang yang tidak mengetahui akibat dari perbuatan mereka! (alah sok banget Gw! )

    ReplyDelete
  12. Wawh....
    kalo air minum mah yah... kebuka atau basi paling sakit perut kalo diminum....
    kalo batuk, sayah mah jarang minum obat batuk.... hehehe, paling jeruk lemon dan kecap aja....
    eh ngomongin air minum dan obat batuk kan ya, hwahahaha...

    tapi kalo itu kebuka sebelum waktunya.... ???? wadduh...., teu apal oge.
    Where is the thing called "Love".....

    ReplyDelete
  13. your first would be the one who put love in your void. tenant of your heart, and you're just renting. period. haha. berlebihan sekali. no im not, im not exaggerating. no matter how hard you try to look away, the ghost of him(considering you're a girl, im a girl, hehe), will linger. so choose wisely, my dear. choose wisely. though your chosen one seemingly fail to do that with his first. dan ini, ini adalah hal yang patut dipikirkan. karena when you say: it's ok, fine by me,dear, before you know, it has been eating you up. green eyed monster thus bespoke. just like me. waaaaa. ternyata aku tidak bisa menerima kenyataan dan kecemburuan yang terbutakan memanglah penyakit borok. walah. kok jd pjg. ya. you remind me so much of someone.

    ReplyDelete
  14. hmmm...terkadang berbicara terasa lebih mudah..seandainya cuma itu yang perlu kita lakukan, berbicara...
    tanpa merasakan. :D

    ReplyDelete
  15. sebenerna eta mah track record........... jadi.... yah, walopun loe g tau the whole story... at least... it says something..........

    ReplyDelete