Thursday, September 10, 2009

Panda Bambu

Hari itu pagi, dan Panda Bambu pergi ke dokter gigi.
Disana Panda Bambu yang anggota mulutnya rusak tidak buka mulut, apalagi buka suara.
Panda Bambu datang, mendaftar, mengantri, dan menunggu dipanggil.
Tidak lama, Panda Bambu yang membisu dipanggil maju.
Saatnya kini menghadap si dokter gigi.

Ruangan tempat mulutnya akan diperbaiki cukup luas, dan ramai. Kurang lebih memuat 10 bangku pasien, dan memadai 20 orang minimal, masing-masing terdiri dari dokter dan pasien.
Panda Bambu membuka mulutnya, tapi masih tidak bersuara.

Dalam diam, sambil si dokter menganalisa dan mengerjakan kerusakan anggota mulutnya, yang ternyata adalah gusi, Panda Bambu memperhatikan sekitarnya.
Hari itu Panda Bambu puasa, jadi, menjadi diam sangatlah membantu ibadahnya, karena kalau ia bersuara, ia suka susah mengendalikan hal-hal yang mungkin keluar dari mulutnya yang sedang diperbaiki.

Dalam diam, sambil si dokter berdiskusi dengan dokter-dokter lain yang ada di ruangan itu, Panda Bambu yang membisu mendengarkan.

“eh..kalo abrasi itu apa artinya?”
“abrasi itu gigi terkikis karena faktor mekanis contohnya kaya..kebiasaan menggerus gigi saat tidur...”
“oo..ya ya ya..kalo erosi?”
“kalo erosi itu akibat dari faktor kimia, kaya terlalu banyak minum soda, dan asam..”
“oo..ok ok..tengs yak!”

Lalu dokter nomer 2 yang bertanya pasal masalah gigi manusia itu berlalu setelah mendapat jawaban.

Panda Bambu tidak bisa tidak merenungkan percakapan barusan dalam bisunya.
“Lucu ya,” pikirnya, “abrasi kan istilah dalam I Pe A anak es de yang artinya penaikan garis batas laut akibat pengikisan tanah oleh air laut, DENGAN KATA LAIN adanya kerusakan yang terjadi secara alami, proses kerusakan dari faktor dalam.
Dan erosi dalam I Pe A artinya kerusakan tanah akibat penggundulan pohon-pohon yang DENGAN KATA LAIN adalah kerusakan yang diakibatkan oleh faktor luar.”
“lucu kan?” pikirnya bermonolog dalam hati.
“ya lucu, soalnya mirip, istilah-istilah yang digunakan itu.”

“abrasi kalo di mulut artinya ada kerusakan gigi akibat faktor dalam, erosi artinya kerusakan gigi akibat faktor luar. 
Sama seperti Gaia, bumi. 
Gigi adalah faktor terpenting dalam mulut untuk proses kelangsungan hidup manusia. Tanah adalah juga faktor terpenting di bumi untuk kelangsungan hidup manusia.
Dan jenis kerusakan faktor-faktor tersebut dikatakan dengan satu istilah yang sama.
Satu penjelasan untuk dua hal: bumi dan manusia.”

Dan Panda Bambu pun tidak bisa tidak menarik sebuah kesimpulan yang sangat menarik dan membuatnya tersenyum menyeringaikan geliginya dalam bisu dan diamnya.
Senyum pertamanya hari itu.

“Wow, tubuh manusia adalah miniatur alam. Cara kerja tubuh manusia (yang sering tidak disadari oleh pikiran si manusia nya sendiri) adalah miniatur cara kerja alam..”
...
“keren sekali Tuhan.”

Selesai anggota mulutnya diperbaiki.
Panda Bambu pun keluar menuju kasir untuk membayar.
Disana duduk muda mudi manja bermulut lebar dan bawel tidak mau berhenti bicara dan tertawa menganga sambil menyerapah memanggil macam-macam nama hewan.
Muda mudi itu seperti mahasiswa baru di fakultas ilmu kom yang bicara terus menerus dan ngotot selalu serta sok pintar, memaki-maki senior mereka di belakang.
Dan muda mudi itu tidak puasa.
Bagaimana Panda Bambu tau mereka tidak puasa?

Mundur beberapa menit ke belakang.

Panda Bambu yang sudah mau bersuara karena mulutnya sudah tidak rusak berkata pada muda mudi di kasir,
“Jadi, berapa biayannya?”
“Heh anjing, sebut dulu siapa namamu?”
(sudah saya peringatkan mereka hobi menyerapah. Lihat? Dan mereka agak siwer. Itu kan panda, bukan anjing.)
“Heu..(Panda Bambu agak bete karena mereka KASAR, ya allah, masih kecil udah kasar dan mulutnya lebar)..saya PANDA BAMBU..”
“APA? PANDA BUMBU?! Pren! Laper kan loech? (sudah saya peringatkan mereka muda mudi gaul masa kini. Lihat? Eh, sudah saya peringatkan kan?) ada Panda BUMBU nih! Aseeeeekkkk! Serbuuuuuuu!”

Dan mereka keluar dari area kasir, meloncati meja, tiba-tiba sudah dengan pisau dan garpu di tangan mereka masing-masing. Kira-kira 4 orang jumlahnya. 2 muda 2 mudi.

Dan beberapa menit kedepan Panda Bumbu, eh, Bambu yang baru saja mengeluarkan senyum pertamanya di hari itu sudah tidak bisa mengingat apa-apa.

-Bandung, Selasar Sunaryo, 10 September 2009, 13:43

No comments:

Post a Comment