Monday, July 26, 2010

inception (lagi)

owkai, serious now.

Inception,
directed by Christopher Nolan.

the same director of The Dark Knight.
"that" Dark Knight.
kalo kamu sudah tergila-gila dengan karya doi yang satu itu,
HOLD UR BREATH until u watch this movie!

seperti biasa, saya akan skip membahas alur cerita,
gugling atau wikipediaing saja,
saya mau membagi apa yang saya rasa setelah menonton film ini.

c a p e k

iya, saya capek,
dan TERCENGANG sekaligus.
this story is TOMATO smart.
membahas tentang sebuah "ide"
bagaimana "ide" itu bisa menular,
bisa secara sengaja ditularkan,
dan jika sudah tertular, "ide" itu bisa "menjangkit" siapapun dan tanpa sadar,
ya,
tanpa sadar,
orang yang "terjangkit" tadi akan menjadi agen paling potensial untuk kembali "menularkan" ide tadi.

ide adalah virus.

jelas tidak semua virus buruk.

dan saya setengah hidup terperangah menonton film ini,
bahkan beberapa saat setelah sudah keluar studio,
saya cuma bisa geleng-geleng,
senyum senyum kaya orang ga waras,
terus mikir dan mempertanyakan dan me-rewind banyak hal,
karena pernah terlibat dalam sebuah diskusi sepanjang perjalanan tol Jakarta Bandung membahas tentang virus akal budi,
dan tentang caranya untuk bisa terus bertahan dan diwariskan bagaikan DNA,
dan,
film ini sepertinya akan menjadi referensi wajib kami.

saya merekomendasikan teman teman untuk menontonnya,
dan tetap fokus selama menonton,
sekedar TIPS,
sebelum masuk studio lebih baik pipis dulu,
dan di dalam nanti, jangan banyak minum.

u DON'T WANT miss any single scene, chers amies.

percayalah,
(apa yang dikatakan rudi)

salam,
Rudi

2 comments:

  1. hey Rudi, stlh menonton this is what i think..
    kok ya effortnya besar skali mas mas ganteng ini memasukkan sbuah ide ke kepala seseorang ya. kan bisa dengan "komunikasi" saja, sprti yg dikatakan Carl Hovland dlm teorinya "Instrumental of Persuasion" nyahahah....

    *jdi gila, efek lulus kompre*
    *mendadak bangga*

    ;p miss u a lot, mitun
    lets catching up!

    Pingkan.

    ReplyDelete
  2. :)) EUPHORIA setelah belajarr..
    percayalah, RUDI bilang itu sindrom yang terjadi pada semua anak pintar yang belajar..saya masih suka kena sindrom itu sampe sekarang, buaahahahahahaha
    *dengan premis itu berarti saya hendak mengatakan bahwa saya adalah anak pintar yang suka belajar :P
    "congkak ini mba nya", batin Rudi dalam hati.

    iya, dan sudut pandang mu menarik..harusnya ya, kuliah di fakultas komunikasi tu ya begini ini lho, nonton film bagus yang berkualitas terus di bedah, menurut kacamata komunikasi dan teori-teori nya tentu saja. pasti mahasiswanya jadi pinter deh. pengen jadi dosen..

    iya pingkaaaaaannnn kangen jugaaaaaaaaaaaa..
    aku tanggal 7 - 11 di bandung mudah mudahan pingk..bertemu, bertemu? ;;)

    ReplyDelete