hitam.
menyerap semua warna yang ada.
mencampur semua warna yang ada.
meniadakan semua warna yang ada.
hitam.
hanya hitam.
*mungkin ini bisa dibuat lirik sebuah lagu anak"untuk pengenalan warna selain lagu "Balonku" nya Ibu Sud :D
Friday, May 30, 2008
Friday, May 23, 2008
donat dungu gula palem yang masih hangat
alkisah sebuah donat dungu tapi lezat yang masih hangat dengan taburan gula palem di sekujur tubuhnya, yang banyak sekali digemari anak-anak, sedang berjalan-jalan..
berjalan,
jalan
jalan
jalan..
sambil berjalan ia berdendang,
di sana sini ia bertemu dengan anak-anak kecil yang memperhatikannya berjalan, dengan air liur menetes ingin memakannya, beberapa bahkan sudah menangis, merengek pada ibunya minta dibelikan.
si donat dungu tidak peduli.
sambil berjalan ia berkumandang,
betapa bahagia hidupnya..disana sini semua anak-anak kecil memperhatikannya berjalan, dengan butir-butir gula palem kecoklatan bertaburan di tubuhnya, anak siapa tidak merengek pada ibunya minta dibelikan?
si donat dungu tidak mau tau jawabannya.
tapi..
o la la..
sambil berjalan ternyata ia bimbang,
karena setelah merasa hidupnya cukup komplit, ditambah dengan aktivitas jalan-jalan nya kesana kemari itu, ia masih merasa kosong.
dan betapa KAGET nya ia saat ingin menyentuh tubuhnya,
ternyata tubuhnya B O L O N G ..
pantas rasanya K O S O N G ..
"kenapa ya?"
"kenapa tubuh saya bolong?"
"kenapa kosong?"
"lubang apa ini? rasanya kok kosong? dan..aarrrggghh! mengganggu sekali..taburan gula palem manis sebanyak apapun tidak bisa menutupi kosongnya!"
si donat dungu tidak tau jawaban atas pertanyaannya sendiri.
ia dungu, ingat?
dan sambil berjalan dia lalu hilang,
ditelan seorang anak kecil seukuran batara surya yang menelan matahari di kala gerhana.
padahal ia baru saja berencana akan mau berpikir.
menggunakan otak yang memang tidak ia miliki.
si donat dungu tidak pernah tau jawabannya.
yang dia tau cuma kosong.
karena ia dungu, ingat?
berjalan,
jalan
jalan
jalan..
sambil berjalan ia berdendang,
di sana sini ia bertemu dengan anak-anak kecil yang memperhatikannya berjalan, dengan air liur menetes ingin memakannya, beberapa bahkan sudah menangis, merengek pada ibunya minta dibelikan.
si donat dungu tidak peduli.
sambil berjalan ia berkumandang,
betapa bahagia hidupnya..disana sini semua anak-anak kecil memperhatikannya berjalan, dengan butir-butir gula palem kecoklatan bertaburan di tubuhnya, anak siapa tidak merengek pada ibunya minta dibelikan?
si donat dungu tidak mau tau jawabannya.
tapi..
o la la..
sambil berjalan ternyata ia bimbang,
karena setelah merasa hidupnya cukup komplit, ditambah dengan aktivitas jalan-jalan nya kesana kemari itu, ia masih merasa kosong.
dan betapa KAGET nya ia saat ingin menyentuh tubuhnya,
ternyata tubuhnya B O L O N G ..
pantas rasanya K O S O N G ..
"kenapa ya?"
"kenapa tubuh saya bolong?"
"kenapa kosong?"
"lubang apa ini? rasanya kok kosong? dan..aarrrggghh! mengganggu sekali..taburan gula palem manis sebanyak apapun tidak bisa menutupi kosongnya!"
si donat dungu tidak tau jawaban atas pertanyaannya sendiri.
ia dungu, ingat?
dan sambil berjalan dia lalu hilang,
ditelan seorang anak kecil seukuran batara surya yang menelan matahari di kala gerhana.
padahal ia baru saja berencana akan mau berpikir.
menggunakan otak yang memang tidak ia miliki.
si donat dungu tidak pernah tau jawabannya.
yang dia tau cuma kosong.
karena ia dungu, ingat?
Friday, May 2, 2008
ayo, ditonton ditonton!
some quotes from the movies i've watched recently
Into the Wild
Cristopher McCandless
"I read somewhere... how important it is in life not necessarily to be strong... but to feel strong. To measure yourself at least once. To find yourself at least once in the most ancient of human conditions. Facing the blind death stone alone, with nothing to help you but your hands and your own head."
"When you want something in life, you just gotta reach out and grab it."
"Happiness only real when shared"
Dan in the Real Life
"Love is not a feeling, Mr. Burns. It's an ability."
"Instead of telling our young people to plan ahead, we should tell them to plan to be surprised."
"There's rightness in our wrongness."
Pocahontas
"But, what is my path?" Pocahontas asked.
"All arround you are spirits, child," Grandmother Willow said. "They live in the earth, water, and sky. listen with your heart and they will guide you."
Into the Wild
Cristopher McCandless
"I read somewhere... how important it is in life not necessarily to be strong... but to feel strong. To measure yourself at least once. To find yourself at least once in the most ancient of human conditions. Facing the blind death stone alone, with nothing to help you but your hands and your own head."
"When you want something in life, you just gotta reach out and grab it."
"Happiness only real when shared"
Dan in the Real Life
"Love is not a feeling, Mr. Burns. It's an ability."
"Instead of telling our young people to plan ahead, we should tell them to plan to be surprised."
"There's rightness in our wrongness."
Pocahontas
"But, what is my path?" Pocahontas asked.
"All arround you are spirits, child," Grandmother Willow said. "They live in the earth, water, and sky. listen with your heart and they will guide you."
Wednesday, April 2, 2008
Please! i don't wanna talk to u
this is why chickens always ran away from human.
it's not that i hate u.
i just always remember the butcher everytime we met.
it's not that i hate u.
i just always remember the butcher everytime we met.
Tuesday, April 1, 2008
i hate goodbyes
too much to say leave a silence.
what will tomorrow fells like without u, i wonder,,
what will a small tiny caterpillar feels without it's colony tomorrow?
whenever I run / wherever I run to you lost / it's never done / just hanging on / the past has let me be / returning as if dream / shattered as belief
if you have to go, don't say goodbye
if you have to go, don't you cry
if you have to go, I will get by
someday I'll follow you and see you on the other side
your picture out of time / left aching in my mind / shadows kept alive
if you have to go, don't say goodbye
if you have to go, don't you cry
if you have to go, I will get by
I will follow you and see you on the other side
*For Martha - The Smashing Pumpkins
after all you were perfectly right/ but I'm scaring close to insanity / and on a night like this
nothing stays the same
nothing looks the same
after all you were perfectly right / I have never been happy before / and on a night like this
you can hear the words
see behind the words
*After All - The Cardigans
goodbyes ended a beginning but start a new one also.
it's just not that easy how it feels.
so long colony.
be meeting u in another junction i hope.
thank you colony.
this colony is one precious colony, i treasure.
what will tomorrow fells like without u, i wonder,,
what will a small tiny caterpillar feels without it's colony tomorrow?
whenever I run / wherever I run to you lost / it's never done / just hanging on / the past has let me be / returning as if dream / shattered as belief
if you have to go, don't say goodbye
if you have to go, don't you cry
if you have to go, I will get by
someday I'll follow you and see you on the other side
your picture out of time / left aching in my mind / shadows kept alive
if you have to go, don't say goodbye
if you have to go, don't you cry
if you have to go, I will get by
I will follow you and see you on the other side
*For Martha - The Smashing Pumpkins
after all you were perfectly right/ but I'm scaring close to insanity / and on a night like this
nothing stays the same
nothing looks the same
after all you were perfectly right / I have never been happy before / and on a night like this
you can hear the words
see behind the words
*After All - The Cardigans
goodbyes ended a beginning but start a new one also.
it's just not that easy how it feels.
so long colony.
be meeting u in another junction i hope.
thank you colony.
this colony is one precious colony, i treasure.
Wednesday, March 26, 2008
reportase di siang bolong
hari ini sebatang pensil 2B Faber Castle yang sudah usang dan sudah sangat pendek berhasil saya temukan di selipan kolong tempat tidur.
dia sekarat!
sekarat karena sudah tidak pernah terpakai oleh si pemiliknya.
berikut laporan wawancara dengan pensil berinisial FC tersebut:
"apakah anda sudah lama tergeletak disana?"
"iyah..lumayan..saya sekarat.."
"kenapa?"
"karena dilupakan si pemilik..sudah tidak pernah dipakai..sudah tidak berguna.."
"kenapa tidak berteriak saja..protess kepada si pemilik..bilang.. 'jangan mawu enaknya saja, sudah tidak berguna diterlantarkan..' begitu.."
"tidak mawu.."
"kenapa? anda rugi sendiri.."
"karena saya pencil berkualitas dan bagus..dan terlebih dari itu, saya egois.."
"khahahahahaha"
*saya tertawa. miris. saya jadi ingat, ibarat pepatah ni, "udah miskin, sombong!" belum sempet mengajukan pertanyaan lagi FC kembali berbicara..
"saya tidak mengijinkan orang tau apa yang mereka akibatkan sama saya..saya gamau dia tau tentang ini..terlepas apakah itu berarti saya terlalu kejam pada diri sendiri atau tidak.."
"glek.."
*saya menelan ludah. kasian juga. saya jadi menyesal sudah menertawakan, walaupun dalam hati. lalu tanpa melanjutkan dengan pertanyaan lain, ia lagi-lagi berbicara..
"apa seharusnya ia tau ya?
hmm..tidak tidak..saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.."
"tapi berarti anda menyiksa diri sendiri bukan?"
hening.
"halo?"
hening.
"asalamualaikuum.."
hening.
kasihan. ia kehilangan daya hidup karena merasa sudah tidak berguna dan kalah.
dia sekarat!
sekarat karena sudah tidak pernah terpakai oleh si pemiliknya.
berikut laporan wawancara dengan pensil berinisial FC tersebut:
"apakah anda sudah lama tergeletak disana?"
"iyah..lumayan..saya sekarat.."
"kenapa?"
"karena dilupakan si pemilik..sudah tidak pernah dipakai..sudah tidak berguna.."
"kenapa tidak berteriak saja..protess kepada si pemilik..bilang.. 'jangan mawu enaknya saja, sudah tidak berguna diterlantarkan..' begitu.."
"tidak mawu.."
"kenapa? anda rugi sendiri.."
"karena saya pencil berkualitas dan bagus..dan terlebih dari itu, saya egois.."
"khahahahahaha"
*saya tertawa. miris. saya jadi ingat, ibarat pepatah ni, "udah miskin, sombong!" belum sempet mengajukan pertanyaan lagi FC kembali berbicara..
"saya tidak mengijinkan orang tau apa yang mereka akibatkan sama saya..saya gamau dia tau tentang ini..terlepas apakah itu berarti saya terlalu kejam pada diri sendiri atau tidak.."
"glek.."
*saya menelan ludah. kasian juga. saya jadi menyesal sudah menertawakan, walaupun dalam hati. lalu tanpa melanjutkan dengan pertanyaan lain, ia lagi-lagi berbicara..
"apa seharusnya ia tau ya?
hmm..tidak tidak..saya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.."
"tapi berarti anda menyiksa diri sendiri bukan?"
hening.
"halo?"
hening.
"asalamualaikuum.."
hening.
kasihan. ia kehilangan daya hidup karena merasa sudah tidak berguna dan kalah.
Tuesday, March 25, 2008
kisah pertemuan dua alien
"hallo apa kabar?"
sambil tersenyum manis berusaha ramah namun tetap kaku.
"hallo.."
hanya sepotong dan tetap terlihat kaku.
jeda panjang..
"OH IYAHH!!saya lupa saya makhluk Saturnus. pantas ia tampak tidak ramah.
dan menghindar."
pikir si Makhluk Saturnus yang menegur pertama kali. yang mencoba untuk ramah.
"dan kamu makhluk Bumi yang kabarnya sempurna itu ya? dan saya makhluk Saturnus yang wujudnya abstrak menurut kamu itu ya? tapi menurut sesama makhluk Saturnus di planet saya, saya tidak tampak menjijikkan kok.."
pikir Makhluk Saturnus yang bingung.
masih dalam posisi saling menatap dan tersenyum kaku.
tidak tau harus apa.
tanpa sepatah kata pun terucap dan terdengar.
masih saling tersenyum.
menatap.
kosong dan tanpa arti.
"baiklah.."
kata Makhluk Saturnus menyudahi karena ia merasa bingung.
dan Makhluk Saturnus pun berlalu.
sambil bersedih karena ia merasa dirinya aneh.
ia berlalu dan meninggalkan panggung.
meninggalkan sesuatu yang ia pikir sebagai "Makhluk Bumi" yang katanya sempurna itu, yang masih dalam diam nya.
entah takjub, entah jijik.
dan Makhluk Saturnus pun berlalu.
sambil bersedih karena ia merasa dirinya aneh.
ia berlalu dan meninggalkan panggung.
meninggalkan sesuatu yang ia pikir sebagai "Makhluk Bumi" yang katanya sempurna itu,
dan yang ternyata, makhluk itu juga bukan makhluk bumi, tapi alien lain.
yang masih dalam diam nya.
entah takjub, entah jijik.
atau mungkin pada kenyataannya ini cuma imajinasi Makhluk Saturnus yang terlalu liar saat ia bertemu makhluk lain selain dirinya.
tapi yasudah, waktu sudah bergulir.
mereka pun sudah berlalu.
Makhluk Saturnus bertemu dengan Makhluk Mercuri di sebuah detik.
dan berlalu di detik yang lain.
sambil tersenyum manis berusaha ramah namun tetap kaku.
"hallo.."
hanya sepotong dan tetap terlihat kaku.
jeda panjang..
"OH IYAHH!!saya lupa saya makhluk Saturnus. pantas ia tampak tidak ramah.
dan menghindar."
pikir si Makhluk Saturnus yang menegur pertama kali. yang mencoba untuk ramah.
"dan kamu makhluk Bumi yang kabarnya sempurna itu ya? dan saya makhluk Saturnus yang wujudnya abstrak menurut kamu itu ya? tapi menurut sesama makhluk Saturnus di planet saya, saya tidak tampak menjijikkan kok.."
pikir Makhluk Saturnus yang bingung.
masih dalam posisi saling menatap dan tersenyum kaku.
tidak tau harus apa.
tanpa sepatah kata pun terucap dan terdengar.
masih saling tersenyum.
menatap.
kosong dan tanpa arti.
"baiklah.."
kata Makhluk Saturnus menyudahi karena ia merasa bingung.
dan Makhluk Saturnus pun berlalu.
sambil bersedih karena ia merasa dirinya aneh.
ia berlalu dan meninggalkan panggung.
meninggalkan sesuatu yang ia pikir sebagai "Makhluk Bumi" yang katanya sempurna itu, yang masih dalam diam nya.
entah takjub, entah jijik.
dan Makhluk Saturnus pun berlalu.
sambil bersedih karena ia merasa dirinya aneh.
ia berlalu dan meninggalkan panggung.
meninggalkan sesuatu yang ia pikir sebagai "Makhluk Bumi" yang katanya sempurna itu,
dan yang ternyata, makhluk itu juga bukan makhluk bumi, tapi alien lain.
yang masih dalam diam nya.
entah takjub, entah jijik.
atau mungkin pada kenyataannya ini cuma imajinasi Makhluk Saturnus yang terlalu liar saat ia bertemu makhluk lain selain dirinya.
tapi yasudah, waktu sudah bergulir.
mereka pun sudah berlalu.
Makhluk Saturnus bertemu dengan Makhluk Mercuri di sebuah detik.
dan berlalu di detik yang lain.
Saturday, March 22, 2008
apa?
dia menjauh, berdiri di depan cermin dan menatap lurus dan dingin.
aku berdiri, menjauh, dan membeku depan cermin.
"apa si yang kamu cari?"
"..."
"apa? tantangan? pembuktian? apa?
"..."
"kamu pikir kamu siapa?"
"..."
"apa YANG KAMU CARI? jawab.."
"gatau..."
aku berlalu, gelisah.
dia menjauh, berdiri di depan cermin dan menatap lurus dan dingin.
aku berdiri, menjauh, dan membeku depan cermin.
"apa"
"yang"
"kamu"
"cari?"
ia berbicara lagi. bertanya terus terus dan terus menerus. mulai jengah.
di ruangan 3x4 ini ia berdiri sendiri.
dengan cermin.
aku berdiri, menjauh, dan membeku depan cermin.
"apa si yang kamu cari?"
"..."
"apa? tantangan? pembuktian? apa?
"..."
"kamu pikir kamu siapa?"
"..."
"apa YANG KAMU CARI? jawab.."
"gatau..."
aku berlalu, gelisah.
dia menjauh, berdiri di depan cermin dan menatap lurus dan dingin.
aku berdiri, menjauh, dan membeku depan cermin.
"apa"
"yang"
"kamu"
"cari?"
ia berbicara lagi. bertanya terus terus dan terus menerus. mulai jengah.
di ruangan 3x4 ini ia berdiri sendiri.
dengan cermin.
Friday, March 7, 2008
nyaman
Bandung malam, dingin, hujan, dan basah.
di jalan lampu-lampu kendaraan berpendar memberkas-berkas akibat terpantul air hujan yang jatuh.
di jalan pikiran yang mulai lelah melesat mendahului raga yang masih berlabuh.
Lucu, bagaimana pikiran yang lelah bisa terpisah dari raga nya.
melesat dan sampai di rumah.
*tiba-tiba hidung mendeteksi bau imajiner yang sangat familiar dan angan ikut bermain dengan visualisasi maya
bau sprei yang baru di ganti menyeruak,
bantal-bantal dakron empuk memanggil raga,
dan hawa dingin yang mengendap di dalamnya menambah nilai kenyamanan,
selimut hijau lumut yang hangat tertumpuk tidak rapi di sudut dan tetap hangat,
meringkuk di dalamnya dengan bantal-bantal empuk tadi menjadi cita-cita utama jangka pendek.
saya hanya mengantuk.
di jalan lampu-lampu kendaraan berpendar memberkas-berkas akibat terpantul air hujan yang jatuh.
di jalan pikiran yang mulai lelah melesat mendahului raga yang masih berlabuh.
Lucu, bagaimana pikiran yang lelah bisa terpisah dari raga nya.
melesat dan sampai di rumah.
*tiba-tiba hidung mendeteksi bau imajiner yang sangat familiar dan angan ikut bermain dengan visualisasi maya
bau sprei yang baru di ganti menyeruak,
bantal-bantal dakron empuk memanggil raga,
dan hawa dingin yang mengendap di dalamnya menambah nilai kenyamanan,
selimut hijau lumut yang hangat tertumpuk tidak rapi di sudut dan tetap hangat,
meringkuk di dalamnya dengan bantal-bantal empuk tadi menjadi cita-cita utama jangka pendek.
saya hanya mengantuk.
Sunday, February 3, 2008
menanti dan menunggu
Pada suatu pagi, ada kelinci kecil yang sedang menatap angkasa biru di tengah padang rumput yang hijau dan luas.
"Kenapa kau menanti Sang Elang?",tanya Pohon Pinus.
"Hari masih pagi, udara sangat segar untuk dihirup..",jawab kelinci kecil sambil menarik nafas sedalam-dalamnya,"Bukankah begitu Pinus?aahhh, segar sekali.."
kelinci kecil tidak menjawab pertanyaan Pohon Pinus dan mengalihkannya sambil meloncat agak menjauh.
"Hay kelinci kecil! Kebodohan apa lagi yang akan kau lakukan dengan menanti Sang Elang?",tanya seekor Belalang.
"Hay Belalang! Lihat! Matahari baru terbit! Sedang hangat-hangatnya! Bukankah ini hari yang indah untuk berjemur?",jawab kelinci kecil sambil melompat lebih jauh lagi.
Kali ini kelinci kecil memutuskan untuk melompat ke tempat yang lebih jauh lagi.
Ke tempat dimana hanya ada dia dan langit.
Ke tempat dimana ia bisa melongok ke angkasa dengan bebas.
Tanpa was-was.
Ia meloncat.
Terus meloncat dan menjauh.
Tiba-tiba di pertengahan jalan ia merasakan nyeri.
"Wah, luka ini kan sudah sembuh" Pikirnya dalam hati.
Tanpa memeriksa sumber nyerinya ia terus menjauh.
Dan berehentilah ia di bawah Pohon Beringin.
Walaupun serasa habis napasnya, tapi blum putus asa ia.
"Kelinci kecil.."
"Pohon Beringin, bolehkah aku merebahkan badanku di akar-akar kayumu? Aku ingin menengadahkan kepalaku tapi nyeri ini mengurangi kekuatanku..",tanpa mengizinkan Pohon Beringin berkata lebih lanjut kelinci kecil melambungkan sebuah permintaan.
"Baiklah, kelinci kecil..",Pohon Beringin yang bijaksana mengizinkan.
Dengan menggugurkan beberapa daunnya yang kecil-kecil ia berusaha melindungi kelinci kecil dari angin pagi yang dingin menggigit.
Sambil menatap angkasa, kelinci kecil mulai menggigil.
Angin pagi ini sedang dingin.
Nyerinya tidak berkurang.
Dilongoknya sumber nyeri itu.
"Wah, ternyata berdarah..pantas perih..",lirihnya.
Pohon Beringin berusaha semampunya merendahkan ranting-ranting rimbunnya untuk menangkis angin berhembus.
"Kelinci kecil, taukah kau bahwa Sang Elang adalah pemangsa kelinci?"
Kelinci kecil diam.
Tetap menatap angkasa. Mengaguminya. Mengagumi luasnya yang tak terhingga.
"Pohon Beringin, mengapa Sang Elang terlahir dengan sosok gagah dan angkuhnya yang memesona?",kelinci kecil yang tidak menjawab pertanyaan Pohon Beringin malah balik bertanya.
"Karena ia milik langit dan cakrawala",Pohon Beringin terdiam sebentar dan menjawab lagi,"Dan segala sesuatu milik langit dan cakrawala juga milik kebebasan."
Kelinci kecil menerawang.
Terus menatap angkasa.
Harapannya sederhana.
"Kelinci kecil apa yang kau lakukan?",tanya Pohon Beringin lagi.
"Aku hanya melakukan hal sederhana. Menatap angkasa. Ya, hanya menatap angkasa. Aku tidak sedang mengharapkan apa-apa",kelinci kecil menjawab.
Ia mengumpulkan sisa-sisa logikanya disela-sela rasa nyeri yang terus menyiksanya.
"Pohon Beringin, mengapa ia hanya melukaiku dan tidak memangsaku saja dan meninggalkanku takjub akan sosoknya?",dengan nafas satu-satu dan terengah-engah kelinci kecil melontarkan pertanyaan lain lagi pada Pohon Beringin.
Pohon Beringin jatuh iba pada kelinci kecil.
Awalnya ia terdiam.
Namun ia pun akhirnya memberanikan diri bertanya pada kelinci kecil,
"Kelinci kecil, apakah kau sedang menanti Sang Elang?"
...
tidak ada jawaban.
"Kelinci kecil..",dipanggilnya kelinci kecil dengan lembut.
...
Tidak ada jawaban.
Dilongoknya kebawah.
Mata kelinci kecil terbuka nanar tidak berkedip.
Basah.
Luka nya pun menganga masih mengalirkan darah.
Pohon Beringin tidak mendapatkan jawaban, apa yang sedang dilakukan kelinci kecil.
"Kenapa kau menanti Sang Elang?",tanya Pohon Pinus.
"Hari masih pagi, udara sangat segar untuk dihirup..",jawab kelinci kecil sambil menarik nafas sedalam-dalamnya,"Bukankah begitu Pinus?aahhh, segar sekali.."
kelinci kecil tidak menjawab pertanyaan Pohon Pinus dan mengalihkannya sambil meloncat agak menjauh.
"Hay kelinci kecil! Kebodohan apa lagi yang akan kau lakukan dengan menanti Sang Elang?",tanya seekor Belalang.
"Hay Belalang! Lihat! Matahari baru terbit! Sedang hangat-hangatnya! Bukankah ini hari yang indah untuk berjemur?",jawab kelinci kecil sambil melompat lebih jauh lagi.
Kali ini kelinci kecil memutuskan untuk melompat ke tempat yang lebih jauh lagi.
Ke tempat dimana hanya ada dia dan langit.
Ke tempat dimana ia bisa melongok ke angkasa dengan bebas.
Tanpa was-was.
Ia meloncat.
Terus meloncat dan menjauh.
Tiba-tiba di pertengahan jalan ia merasakan nyeri.
"Wah, luka ini kan sudah sembuh" Pikirnya dalam hati.
Tanpa memeriksa sumber nyerinya ia terus menjauh.
Dan berehentilah ia di bawah Pohon Beringin.
Walaupun serasa habis napasnya, tapi blum putus asa ia.
"Kelinci kecil.."
"Pohon Beringin, bolehkah aku merebahkan badanku di akar-akar kayumu? Aku ingin menengadahkan kepalaku tapi nyeri ini mengurangi kekuatanku..",tanpa mengizinkan Pohon Beringin berkata lebih lanjut kelinci kecil melambungkan sebuah permintaan.
"Baiklah, kelinci kecil..",Pohon Beringin yang bijaksana mengizinkan.
Dengan menggugurkan beberapa daunnya yang kecil-kecil ia berusaha melindungi kelinci kecil dari angin pagi yang dingin menggigit.
Sambil menatap angkasa, kelinci kecil mulai menggigil.
Angin pagi ini sedang dingin.
Nyerinya tidak berkurang.
Dilongoknya sumber nyeri itu.
"Wah, ternyata berdarah..pantas perih..",lirihnya.
Pohon Beringin berusaha semampunya merendahkan ranting-ranting rimbunnya untuk menangkis angin berhembus.
"Kelinci kecil, taukah kau bahwa Sang Elang adalah pemangsa kelinci?"
Kelinci kecil diam.
Tetap menatap angkasa. Mengaguminya. Mengagumi luasnya yang tak terhingga.
"Pohon Beringin, mengapa Sang Elang terlahir dengan sosok gagah dan angkuhnya yang memesona?",kelinci kecil yang tidak menjawab pertanyaan Pohon Beringin malah balik bertanya.
"Karena ia milik langit dan cakrawala",Pohon Beringin terdiam sebentar dan menjawab lagi,"Dan segala sesuatu milik langit dan cakrawala juga milik kebebasan."
Kelinci kecil menerawang.
Terus menatap angkasa.
Harapannya sederhana.
"Kelinci kecil apa yang kau lakukan?",tanya Pohon Beringin lagi.
"Aku hanya melakukan hal sederhana. Menatap angkasa. Ya, hanya menatap angkasa. Aku tidak sedang mengharapkan apa-apa",kelinci kecil menjawab.
Ia mengumpulkan sisa-sisa logikanya disela-sela rasa nyeri yang terus menyiksanya.
"Pohon Beringin, mengapa ia hanya melukaiku dan tidak memangsaku saja dan meninggalkanku takjub akan sosoknya?",dengan nafas satu-satu dan terengah-engah kelinci kecil melontarkan pertanyaan lain lagi pada Pohon Beringin.
Pohon Beringin jatuh iba pada kelinci kecil.
Awalnya ia terdiam.
Namun ia pun akhirnya memberanikan diri bertanya pada kelinci kecil,
"Kelinci kecil, apakah kau sedang menanti Sang Elang?"
...
tidak ada jawaban.
"Kelinci kecil..",dipanggilnya kelinci kecil dengan lembut.
...
Tidak ada jawaban.
Dilongoknya kebawah.
Mata kelinci kecil terbuka nanar tidak berkedip.
Basah.
Luka nya pun menganga masih mengalirkan darah.
Pohon Beringin tidak mendapatkan jawaban, apa yang sedang dilakukan kelinci kecil.
Wednesday, January 30, 2008
like Willy Wonka said,
saya selalu kagum dengan Roald Dahl dan cerita-cerita nya yang membebaskan dan menghargai imajinasi masa kecil.
Willy Wonka juga sangat menakjubkan karena berhasil membangun dunia nya sendiri sesuai seperti impian nya,,hebaaaaaattt :]
dan di film "Willy Wonka & The Chocolate Factory" di tahun 1971, sebelum mempersilakan anak-anak kecil yang memenangkan Golden Ticket untuk menjelajahi dunia yang sudah berhasil dia bangun sesuai imajinasinya, dia berkata (atau bernyanyi lebih tepatnya),,
"come with me, and u'll be in the world of pure imagination
take a look,
and u'll see into ur imagination.
we'll begin with a spin,
travelling in the world of my creation.
what we'll see will defy explanation.
if u wanna view paradise, simply look around and view it
anything u want to,
do it.
want to change the world,
there's nothing to it.
there is no life i know to compare with pure imagination.
living there, u'll be free, if u trully wish to be."

*Pure Imagination, written by Leslie Bricusse and Anthony Newley. this was sung by Gene Wilder as Willy Wonka in 1971 "Willy Wonka & the Chocolate Factory"
Willy Wonka juga sangat menakjubkan karena berhasil membangun dunia nya sendiri sesuai seperti impian nya,,hebaaaaaattt :]
dan di film "Willy Wonka & The Chocolate Factory" di tahun 1971, sebelum mempersilakan anak-anak kecil yang memenangkan Golden Ticket untuk menjelajahi dunia yang sudah berhasil dia bangun sesuai imajinasinya, dia berkata (atau bernyanyi lebih tepatnya),,
"come with me, and u'll be in the world of pure imagination
take a look,
and u'll see into ur imagination.
we'll begin with a spin,
travelling in the world of my creation.
what we'll see will defy explanation.
if u wanna view paradise, simply look around and view it
anything u want to,
do it.
want to change the world,
there's nothing to it.
there is no life i know to compare with pure imagination.
living there, u'll be free, if u trully wish to be."

*Pure Imagination, written by Leslie Bricusse and Anthony Newley. this was sung by Gene Wilder as Willy Wonka in 1971 "Willy Wonka & the Chocolate Factory"
Subscribe to:
Posts (Atom)
Totto-chan: Sebuah Ulasan
Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...
-
too much to say leave a silence. what will tomorrow fells like without u, i wonder,, what will a small tiny caterpillar feels without it...
-
Cicing = anjing kasar (khahahahaha di bandung kan artinya diem, saya jadi kebayang, “Cicing siah!” berarti bisa berarti “Diem kamu!” atau “a...
