kalau saya berulangtahun,
saya tidak meminta usia yang panjang,
saya minta saya bisa dimudahkan untuk selalu berbahagia selama hidup saya,
dan sepanjang umur saya, kehadiran saya di bumi, saya bisa bermanfaat bagi banyak orang..terutama bagi orangtua dan keluarga terdekat.
oh, dan satu lagi!
...hmm...yang ini saya simpan dalam hati saja.. :3
Thursday, February 2, 2012
Wednesday, January 25, 2012
di tenggara
setting:
taman di depan rumah.
entah rumah siapa, di daerah mana dalam realita.
orang-orang dan teman-teman terdekat sedang berkumpul bersama bermain di luar rumah.
hari itu kami berencana untuk berjalan-jalan ke bukit terdekat dari rumah kami. kami akan piknik! hore!
semua sudah siap dengan bawaan masing-masing. sayapun sudah keluar rumah dengan topi bundar saya untuk menghindari sinar matahari langsung. namun hari itu memang agak lebih dingin dan berangin dari biasanya. tiba-tiba, di kejauhan, saya melihat ada segumpal asap hitam pekat menggulung dan berkumpul jadi satu di sebuah titik. gambarannya seperti melihat cairan hitam yang baru saja dimasukkan ke dalam cairan bening..melayang-layang. saya bingung sekaligus takut, berteriak meminta perhatian semua orang,
"itu! itu apa itu!"
dan sejenak itu juga gumpalan serupa asap hitam pekat itu menarik awan abu-abu tua yang ada di sekitarnya..terus berkumpul menjadi satu gumpalan besar. menakutkan sekali melihat gumpalan itu melayang-layang di atas langit. angin bertiup semakin kencang, topiku yang bertali itu hampir lepas terbawa angin, segera saya berteriak-teriak memanggil semua orang yang berserakan di taman,
"masuk! masuk! semuanya masuk pintu!"
entah kenapa saya berkata "masuk pintu" alih-alih berkata masuk rumah, yang jelas mereka yang mendengar lalu mengikuti arah pandang mata saya dan bergegas berlarian masuk dalam rumah yang pintunya saya tahan untuk terbuka lebar.
"Masuk! masuk! masuk!"
satu persatu orang-orang masuk lewat pintu ke dalam rumah. gumpalan hitam keabu-abuan itu kini menjadi angin beliung, berputar-putar, kencang sekali! menarik apapun yang ada di sekitarnya ke dalam putaran kencangnya.
orang terakhir masuk ke dalam rumah lewat pintu, angin semakin kencang dan mendekat, masih ada jarak cukup jauh, menurut asumsi saya. namun saat saya melangkahkan kaki untuk masuk rumah, intensitas seretan angin bertambah, hampir saya terseret, semuanya menjadi abu-abu dan lembab, pintu yang belum tertutup pun semakin terbuka lebar. sulit dan berat sekali rasanya melawan arus.
"ahhh!"
saya tidak bisa berkata-kata, tidak seucap kata "tolong" pun. disaat itulah tangan-tangan dari dalam rumah menjangkau dan menarik tangan saya..dan pintu pun tertutup. kami semua menunduk, jongkok, memeluk kaki masing-masing.
takut.
kami ketakutan.
dan di luar berbunyi suara angin kencang yang melewati celah-celah.
"bwruuuuu...bwruuuuuuuu....ffffbbbbruuuuuuuwwww..."
***
kemudian saya terbangun..kamar masih gelap, adzan subuh berkumandang. saya bermimpi. mimpi yang meninggalkan rasa takut dan ngeri.
empat hari kemudian angin di Bandung menggila. terlebih pagi ini saat saya dan beberapa teman dari Sahabat Kota sedang sarapan bubur dan kupat tahu di daerah supratman. gerobak bubur serta terpal-terpalnya yang dipancang itu hampir terhempas angin.
teringat mimpi beberapa hari yang lalu, pikiran saya melayang jauh ke tenggara.
saya khawatir sekali.
taman di depan rumah.
entah rumah siapa, di daerah mana dalam realita.
orang-orang dan teman-teman terdekat sedang berkumpul bersama bermain di luar rumah.
hari itu kami berencana untuk berjalan-jalan ke bukit terdekat dari rumah kami. kami akan piknik! hore!
semua sudah siap dengan bawaan masing-masing. sayapun sudah keluar rumah dengan topi bundar saya untuk menghindari sinar matahari langsung. namun hari itu memang agak lebih dingin dan berangin dari biasanya. tiba-tiba, di kejauhan, saya melihat ada segumpal asap hitam pekat menggulung dan berkumpul jadi satu di sebuah titik. gambarannya seperti melihat cairan hitam yang baru saja dimasukkan ke dalam cairan bening..melayang-layang. saya bingung sekaligus takut, berteriak meminta perhatian semua orang,
"itu! itu apa itu!"
dan sejenak itu juga gumpalan serupa asap hitam pekat itu menarik awan abu-abu tua yang ada di sekitarnya..terus berkumpul menjadi satu gumpalan besar. menakutkan sekali melihat gumpalan itu melayang-layang di atas langit. angin bertiup semakin kencang, topiku yang bertali itu hampir lepas terbawa angin, segera saya berteriak-teriak memanggil semua orang yang berserakan di taman,
"masuk! masuk! semuanya masuk pintu!"
entah kenapa saya berkata "masuk pintu" alih-alih berkata masuk rumah, yang jelas mereka yang mendengar lalu mengikuti arah pandang mata saya dan bergegas berlarian masuk dalam rumah yang pintunya saya tahan untuk terbuka lebar.
"Masuk! masuk! masuk!"
satu persatu orang-orang masuk lewat pintu ke dalam rumah. gumpalan hitam keabu-abuan itu kini menjadi angin beliung, berputar-putar, kencang sekali! menarik apapun yang ada di sekitarnya ke dalam putaran kencangnya.
orang terakhir masuk ke dalam rumah lewat pintu, angin semakin kencang dan mendekat, masih ada jarak cukup jauh, menurut asumsi saya. namun saat saya melangkahkan kaki untuk masuk rumah, intensitas seretan angin bertambah, hampir saya terseret, semuanya menjadi abu-abu dan lembab, pintu yang belum tertutup pun semakin terbuka lebar. sulit dan berat sekali rasanya melawan arus.
"ahhh!"
saya tidak bisa berkata-kata, tidak seucap kata "tolong" pun. disaat itulah tangan-tangan dari dalam rumah menjangkau dan menarik tangan saya..dan pintu pun tertutup. kami semua menunduk, jongkok, memeluk kaki masing-masing.
takut.
kami ketakutan.
dan di luar berbunyi suara angin kencang yang melewati celah-celah.
"bwruuuuu...bwruuuuuuuu....ffffbbbbruuuuuuuwwww..."
***
kemudian saya terbangun..kamar masih gelap, adzan subuh berkumandang. saya bermimpi. mimpi yang meninggalkan rasa takut dan ngeri.
empat hari kemudian angin di Bandung menggila. terlebih pagi ini saat saya dan beberapa teman dari Sahabat Kota sedang sarapan bubur dan kupat tahu di daerah supratman. gerobak bubur serta terpal-terpalnya yang dipancang itu hampir terhempas angin.
teringat mimpi beberapa hari yang lalu, pikiran saya melayang jauh ke tenggara.
saya khawatir sekali.
Thursday, January 19, 2012
the chain
The sky looks pissed.
The wind talks back.
My bones are shifting in my skin and you my love are gone.
My room seems wrong.
The bed won't fit.
I can not seem to operate and you my love are gone
So glide away and so be healed and promise not to promise anymore and if you come around again then i will take, then i will take the chain from off the door
I'll never say, I'll never love
but I dont say a lot of things and you my love are gone
*the chain is a song by Ingrid Michaelson
The wind talks back.
My bones are shifting in my skin and you my love are gone.
My room seems wrong.
The bed won't fit.
I can not seem to operate and you my love are gone
So glide away and so be healed and promise not to promise anymore and if you come around again then i will take, then i will take the chain from off the door
I'll never say, I'll never love
but I dont say a lot of things and you my love are gone
*the chain is a song by Ingrid Michaelson
tidak cuma cuma
alkisah seorang dalang berujar,
"tidak akan ada yang gratis di dunia ini..selalu ada harga untuk apapun..apapun yang ada di dunia ini."
di suatu sore sang dalang hendak menggelar pertunjukan wayangnya.
layar dijembar, kelir menyala.
tiba-tiba mendung membendung.
sang dalang mengangkat tangannya, menghadap ia pada awan kelabu yang mengendap, katanya, "kalau pertunjukkan ini buruk adanya bagi siapapun yang menonton, maka turunkanlah hujan sederas-derasnya, sebaliknya, jika pertunjukan wayang ini bermanfaat bagi siapa yang akan menontonnya, maka pergilah jauh awan jenuh! jangan kau turunkan hujan disini!"
sejurus kemudian, mengerti bagaikan kawan, sang awan menjauh ke tepian.
sakti memang sang dalang, begitu pikir orang-orang yang memandang.
pertunjukan berjalan lancar, hujan pun urung turun gencar.
yang tidak mereka tau, setelah pertunjukan tutup kelambu, penonton pulang satu-satu, sang dalang menyeberang sungai naik perahu.
setengah jalan, mendung menyusul perlahan.
tidak tanggung-tanggung, awan menghantarkan kelabu yang paling mendung.
sang dalang dipanggil, oleh awan mendung yang menggigil.
sang dalang menjawab, keluar geladak yang lembab.
diguyur hujan deras dadanya telanjang, berkata ia mewejang,
"tidak ada yang cuma-cuma di dunia ini..selalu ada harga untuk apapun. bahkan di alam semesta ini..terlebih hukum alam. tidak ada yang cuma-cuma..semua ada harga..."
sang dalang berperahu pulang, diantar hujan deras dan panjang.
"tidak ada yang cuma-cuma..semua ada harga.."
mewejang mulutnya, berkawan ia pada hukum alam semesta.
"tidak akan ada yang gratis di dunia ini..selalu ada harga untuk apapun..apapun yang ada di dunia ini."
di suatu sore sang dalang hendak menggelar pertunjukan wayangnya.
layar dijembar, kelir menyala.
tiba-tiba mendung membendung.
sang dalang mengangkat tangannya, menghadap ia pada awan kelabu yang mengendap, katanya, "kalau pertunjukkan ini buruk adanya bagi siapapun yang menonton, maka turunkanlah hujan sederas-derasnya, sebaliknya, jika pertunjukan wayang ini bermanfaat bagi siapa yang akan menontonnya, maka pergilah jauh awan jenuh! jangan kau turunkan hujan disini!"
sejurus kemudian, mengerti bagaikan kawan, sang awan menjauh ke tepian.
sakti memang sang dalang, begitu pikir orang-orang yang memandang.
pertunjukan berjalan lancar, hujan pun urung turun gencar.
yang tidak mereka tau, setelah pertunjukan tutup kelambu, penonton pulang satu-satu, sang dalang menyeberang sungai naik perahu.
setengah jalan, mendung menyusul perlahan.
tidak tanggung-tanggung, awan menghantarkan kelabu yang paling mendung.
sang dalang dipanggil, oleh awan mendung yang menggigil.
sang dalang menjawab, keluar geladak yang lembab.
diguyur hujan deras dadanya telanjang, berkata ia mewejang,
"tidak ada yang cuma-cuma di dunia ini..selalu ada harga untuk apapun. bahkan di alam semesta ini..terlebih hukum alam. tidak ada yang cuma-cuma..semua ada harga..."
sang dalang berperahu pulang, diantar hujan deras dan panjang.
"tidak ada yang cuma-cuma..semua ada harga.."
mewejang mulutnya, berkawan ia pada hukum alam semesta.
Saturday, December 17, 2011
blabbering: alam semesta dan bahasa
jika seorang manusia bisa memahami alam semesta dengan sempurna, maka ia akan kehilangan kebisaannya untuk berbahasa dan berkomunikasi. karena pemahaman sempurna beyond communication. seperti bayi yang baru lahir.
tapi dengan begitu mereka kehilangan kemampuannya untuk berkomunikasi dan menghambatnya untuk melakukan sesuatu dengan cepat.
melakukan sesuatu, akah lebih cepat jika bisa dikerjakan bersama..therefore..society.
society dibutuhkan makhluk hidup. sebagaimana dogma yang ditanamkan di perkuliahan mahasiswa komunikasi dimana-mana; manusia adalah makhluk sosial. karena manusia butuh bersosialisasi. karena manusia tidak bisa TIDAK berkomunikasi.
jadi..dalam perkembangannya, manusia yang baru lahir ini mengeliminasi pemahamannya akan alam semesta dan belajar berbahasa. belajar berkomunikasi.
karena bahasa menyederhanakan banyak hal, tapi bisa mempercepat pencapaian manusia di bumi.
mungkin, jaman dulu, orang orang purba yang blum bisa berbahasa dikalahkan oleh bangsa yunani yang sudah lebih dulu menemukan metode penyebaran informasi dengan lebih cepat: tulisan.
maka untuk bisa menyamai percepatan para manusia yunani itu, mereka belajar untuk mengejar. belajar berbudaya. menyepakati banyak hal bersama: menjadi bahasa.
mereka jadi lebih bisa berkomunikasi dengan capat.
maka tujuan mereka dari "sekedar hidup" di dunia berubah menjadi "ingin mengalahkan" lalu berkembang menjadi "ingin menguasai"
dan meme primitif itulah yang terus berkembang dan hidup.
past through generations.
tapi dengan begitu mereka kehilangan kemampuannya untuk berkomunikasi dan menghambatnya untuk melakukan sesuatu dengan cepat.
melakukan sesuatu, akah lebih cepat jika bisa dikerjakan bersama..therefore..society.
society dibutuhkan makhluk hidup. sebagaimana dogma yang ditanamkan di perkuliahan mahasiswa komunikasi dimana-mana; manusia adalah makhluk sosial. karena manusia butuh bersosialisasi. karena manusia tidak bisa TIDAK berkomunikasi.
jadi..dalam perkembangannya, manusia yang baru lahir ini mengeliminasi pemahamannya akan alam semesta dan belajar berbahasa. belajar berkomunikasi.
karena bahasa menyederhanakan banyak hal, tapi bisa mempercepat pencapaian manusia di bumi.
mungkin, jaman dulu, orang orang purba yang blum bisa berbahasa dikalahkan oleh bangsa yunani yang sudah lebih dulu menemukan metode penyebaran informasi dengan lebih cepat: tulisan.
maka untuk bisa menyamai percepatan para manusia yunani itu, mereka belajar untuk mengejar. belajar berbudaya. menyepakati banyak hal bersama: menjadi bahasa.
mereka jadi lebih bisa berkomunikasi dengan capat.
maka tujuan mereka dari "sekedar hidup" di dunia berubah menjadi "ingin mengalahkan" lalu berkembang menjadi "ingin menguasai"
dan meme primitif itulah yang terus berkembang dan hidup.
past through generations.
Friday, December 16, 2011
the grand design
Quantum theories can be formulated in many different ways, but what is probably the most intuitive description was given by Richard Feynman, a colorful character who worked at the California Institute of Technology... According to Feynman, a system has not just one history but every possible history, as we seek our answers, we will explainFeynman's approach in detail, and employ it to explore the idea that the universe itself has no single history, nor even an independent existence. that seems like a radical idea, even to many physicists. indeed, like many notions in today's science, it appears to violate common sense. but common sense is based upon everyday experience, not upon the universe as it is revealed through the marvels of technologies such as those that allow us to gaze deep into the atom or back to the early universe.
p.16, 17
Hawking, Stephen. Leonard Mlodinow. 2010. The Grand Design. New York: Bantam Books.
p.16, 17
Hawking, Stephen. Leonard Mlodinow. 2010. The Grand Design. New York: Bantam Books.
Thursday, December 15, 2011
Riset Indie
we each exist for but a short time, and in that time explore but a small part of the whole universe. but humans are a curious species. we wonder, we seek answers. living in this vast world that is by turns kind and cruel, and gazing at the immense heavens above, people have always asked a multitude questions: How can we understand the world in which we find ourselves?
-The Grand Design, Stephen Hawking
-The Grand Design, Stephen Hawking
Friday, December 9, 2011
recipes
resep cepat!
sudah beberapa hari belakangan ini makan saya sembarangan. bukan masalah di sembarang tempat, bukan..tapi komposisinya bener bener ngawur. ha ha.
jadi..semenjak sekarang-sekarang ini baru akan latihan jam 2 siang, dan saya tinggal di rumah yang dapur nya sungguh memadai, saya sempat masak memasak dulu :D
dan terimakasih untuk Nia dan Elea, yang menginspirasi saya untuk memasak makanan yang (mudah-mudahan..sepertinya..cukup) sehat ini :D
komposisi:
| brokoli dan kentang, direbus terlebih dahulu sampai kadar kematangan yang disukai. oia! saya juga menambahkan telur yang diacak-acak :] |
| bumbu: margarin, garam, lada, gula, dan...JINTEN sodara sodaraaaa! saya suka sekali rasa jinten! |
| setelah selesai merebus, tiriskan, lalu tumis bawang putih dengan margarin sampai wangi. lalu acak-acak telurnya. |
| setelah telur cukup matang supaya tidak amis, baru deh, masukan rebusan tadi untuk ditumis sejenak. tambahkan bumbu-bumbu: garam gula, lada, margarin lagi, dan jinten :D |
dan lezaaattt..slurpp! :D
selamat makan, Indonesia! dan mentari Jogja yang terik hari ini!
belum selesai! izinkan saya membagi resep baru yang belum tapi akan (dan mungkin..ya mungkin..) saya coba :D
bumbu BROWN SOUCE:
butter di panaskan sampai leleh dan kecoklatan, lalu ditambah susu sambil terus diaduk.
lalu tambahkan sedikit maizena untuk kekentalan.
kalau sudah jadi, ini untuk penambah rasa kentang rebus.
markicob kapkap!
:D
Tuesday, December 6, 2011
sang rubah
kemarin bulan separo
dingin menggigit dan malam senyap
kemarin hatiku separo
sepi menggigit dan sendiri merayap
sang landak datang dan menasihati,
"wahai rubah kecil, jangan kau anatarkan ia dengan setengah hati! kalau kau lepas ia setengah hati, ia akan pergi dengan setengah hati juga. padahal hatinya yang setengah lagi sudah menjadi milikmu, ada padamu. kalau kau antarkan kepergiannya dengan setengah hati, ia pergi hanya dengan setengah hatinya lagi, padahal yang setengah itu ada padamu, habis sudah, ia pergi tanpa hati. kasihan. berilah ia semangat.."
sang rubah berusaha tegar menyemangati.
namun apa daya hati tiada bisa ditipu.
miliknyapun tinggal separo tersapu.
kereta datang menjemput separo hatinya
angannya melayang menuntut ikut serta
tak sadar ia tersandung jatuh, gravitasi berkuasa
kakinya perih, luka menganga.
kemarin bulan setengah
dingin memagut dan sepi merayap.
malam ini hujan menjamah
hari lalu seperti hati, hari ini seperti rasa yang terkecap.
Monday, November 28, 2011
tentang pementasan
dan disinilah, teman-teman bisa menyimak perkembangan pementasan teater boneka Papermoon yang berjudul, "Secangkir Kopi dari Playa"
:D
:D
Sunday, November 20, 2011
like water for chocolate
kemarin sore sampai malam, saya menamani mba Ria untuk berputar-putar.
ke ibu Anna di Anna Modiste untuk menjahit blouse,
ke awul awul untuk mencari kostum,
ke toko bahan kain untuk membeli kain untuk dijahit,
membeli sepatu untuk pentas..
tapi di tengah jalan kami teralihkan,
"eh, Homerian buka!" kata mba ria tiba-tiba di tengah perjalanan menuju Jalan Solo, setelah mengisi bensin.
"apa itu Homerian?"
"kamu blum pernah kesana, po? wah itu lucuk banget Nda..kaya perpustakaan kecil tapi suka jual buku yang aneh aneh gitu bukunya.."
"wah..ayo liat aja, mampir, mumpung lewat.."
setelah tidak lama berpikir Mba Ria pun memutar motornya dan tidak lama kami sudah di dalam Homerian.
tempatnya kecil..tapi saya suka sekali rasanya.
banyak buku. dan yang dijual ada lebih dari 7 buku langsung menyita pandangan mata saya tak bisa lepas.
damn.
it means...SHOPPING!
saya berusaha sekuat tenaga mengekang hawa nafsu saya, my lust for books, but i can't help it.
akhirnya setelah memegang 3-4 buku, saya menjatuhkan pilihan saya pada buku ini,
"Like Water for Chocolate"
karya Laura Esquivel
kenapa saya tertarik?
berikut tulisan-tulisan yang ada di buku nya:
"A Novel in Monthly Installments with Recipes, Romances, and Home Remedies"
"A mystical Mexican love story that will charm the palate and the heart." -USA today
"A tall tale, fairy tale, soap-opera romance, Mexican cookbook, and home-remedy handbook all rolled into one." -San Francisco Chronicle
"A wondrous romantic tale. Esquivel has given us a banquet." -Los Angeles Times
"Like Water for Chocolate is deceptively simple and simply wonderful...and the sweep of Mexican history that belongs to women." -Boston Globe
okai, so i got the keywords: Love Story, Women, Romance, Recipe-Cookbook, dan satu fakta lagi, pengarang buku ini yang mengarang How to Make an Merican Quilt..saya pernah menonton film nya sepotong di HBO, and i just simply love it, though i never watch the entire film.
dan ini pengarang yang SAMA! i kinda expecting much :p
jadi, tidak pikir panjang lagi saya beli buku ini :]
dan hari ini Jogja hujan dari siang..enak sih, jadi sedikit lebih dingin Jogja yang biasanya luar biasa gerah..jam 2 rasanya seperti jam 4..haha..dan sampai dua jam kemudian, sekarang, hujan masih juga belum berhenti.
so i quickly grab the book, make some coffee and mix it with milk, and sank into the book afterwards.
dan ditengah saya membaca dan larut dalam ceritanya, ada kata-kata ini, lucu *jadi lucu kalau dibaca dari awal sebenernya, kalau hanya baca penggalan ini mungkin tidak lucu :p tapi tetap saya mau share ini..he he.
jadi ceritanya ada anak perempuan umur 15 tahun, dia sedang ada di tengah acara pesta keluarga dimana keluarga nya mengundang banyak teman dan kerabat. Tita namanya. disanalah ia bertemu Pedro, yang tatapan matanya serasa membakar dirinya. lalu, di acara itu juga, Pedro menghampiri Tita sewaktu ibunya menyuruh Tita mengambil makanan lagi di dapur..
That was when Pedro confessed his love.
"Senorita Tita, i would like take advantage of this opportunity to be alone with you to tell you that i am deeply in love with you. i know this declaration is presumptuous, and that it's quite sudden, but it's so hard to get near you that i decided to tell you tonight. all i ask is that you tell me whether i can hope to win your love."
"I don't know what to say . . . give me time to think."
"No, no, I can't! I need an answer now: you don't have to think about love; you either feel it or you don't. I am a man of few words, but my word is my pledge. I swear that my love for you will last forever. What about you? Do you feel the same way about me?"
"Yes!"
begitu kira kira potongannya.. :]
yang membuat saya mau share ini adalah kata kata ini: no, I can't! I need an answer now: you don't have to think about love; you either feel it or you don't. I am a man of few words, but my word is my pledge.
ha ha! membayangkan ada seorang remaja laki-laki berkata ini pada seorang remaja perempuan entah kenapa membuat saya tersenyum-senyum sumpil. ihihihi.
:D
ke ibu Anna di Anna Modiste untuk menjahit blouse,
ke awul awul untuk mencari kostum,
ke toko bahan kain untuk membeli kain untuk dijahit,
membeli sepatu untuk pentas..
tapi di tengah jalan kami teralihkan,
"eh, Homerian buka!" kata mba ria tiba-tiba di tengah perjalanan menuju Jalan Solo, setelah mengisi bensin.
"apa itu Homerian?"
"kamu blum pernah kesana, po? wah itu lucuk banget Nda..kaya perpustakaan kecil tapi suka jual buku yang aneh aneh gitu bukunya.."
"wah..ayo liat aja, mampir, mumpung lewat.."
setelah tidak lama berpikir Mba Ria pun memutar motornya dan tidak lama kami sudah di dalam Homerian.
tempatnya kecil..tapi saya suka sekali rasanya.
banyak buku. dan yang dijual ada lebih dari 7 buku langsung menyita pandangan mata saya tak bisa lepas.
damn.
it means...SHOPPING!
saya berusaha sekuat tenaga mengekang hawa nafsu saya, my lust for books, but i can't help it.
akhirnya setelah memegang 3-4 buku, saya menjatuhkan pilihan saya pada buku ini,
"Like Water for Chocolate"
karya Laura Esquivel
kenapa saya tertarik?
berikut tulisan-tulisan yang ada di buku nya:
"A Novel in Monthly Installments with Recipes, Romances, and Home Remedies"
"A mystical Mexican love story that will charm the palate and the heart." -USA today
"A tall tale, fairy tale, soap-opera romance, Mexican cookbook, and home-remedy handbook all rolled into one." -San Francisco Chronicle
"A wondrous romantic tale. Esquivel has given us a banquet." -Los Angeles Times
"Like Water for Chocolate is deceptively simple and simply wonderful...and the sweep of Mexican history that belongs to women." -Boston Globe
okai, so i got the keywords: Love Story, Women, Romance, Recipe-Cookbook, dan satu fakta lagi, pengarang buku ini yang mengarang How to Make an Merican Quilt..saya pernah menonton film nya sepotong di HBO, and i just simply love it, though i never watch the entire film.
dan ini pengarang yang SAMA! i kinda expecting much :p
jadi, tidak pikir panjang lagi saya beli buku ini :]
dan hari ini Jogja hujan dari siang..enak sih, jadi sedikit lebih dingin Jogja yang biasanya luar biasa gerah..jam 2 rasanya seperti jam 4..haha..dan sampai dua jam kemudian, sekarang, hujan masih juga belum berhenti.
so i quickly grab the book, make some coffee and mix it with milk, and sank into the book afterwards.
dan ditengah saya membaca dan larut dalam ceritanya, ada kata-kata ini, lucu *jadi lucu kalau dibaca dari awal sebenernya, kalau hanya baca penggalan ini mungkin tidak lucu :p tapi tetap saya mau share ini..he he.
jadi ceritanya ada anak perempuan umur 15 tahun, dia sedang ada di tengah acara pesta keluarga dimana keluarga nya mengundang banyak teman dan kerabat. Tita namanya. disanalah ia bertemu Pedro, yang tatapan matanya serasa membakar dirinya. lalu, di acara itu juga, Pedro menghampiri Tita sewaktu ibunya menyuruh Tita mengambil makanan lagi di dapur..
That was when Pedro confessed his love.
"Senorita Tita, i would like take advantage of this opportunity to be alone with you to tell you that i am deeply in love with you. i know this declaration is presumptuous, and that it's quite sudden, but it's so hard to get near you that i decided to tell you tonight. all i ask is that you tell me whether i can hope to win your love."
"I don't know what to say . . . give me time to think."
"No, no, I can't! I need an answer now: you don't have to think about love; you either feel it or you don't. I am a man of few words, but my word is my pledge. I swear that my love for you will last forever. What about you? Do you feel the same way about me?"
"Yes!"
begitu kira kira potongannya.. :]
yang membuat saya mau share ini adalah kata kata ini: no, I can't! I need an answer now: you don't have to think about love; you either feel it or you don't. I am a man of few words, but my word is my pledge.
ha ha! membayangkan ada seorang remaja laki-laki berkata ini pada seorang remaja perempuan entah kenapa membuat saya tersenyum-senyum sumpil. ihihihi.
:D
Subscribe to:
Posts (Atom)
Totto-chan: Sebuah Ulasan
Segera setelah adegan terakhir Totto-chan membuka pintu kereta yang masih berjalan sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi, lal...
-
too much to say leave a silence. what will tomorrow fells like without u, i wonder,, what will a small tiny caterpillar feels without it...
-
Cicing = anjing kasar (khahahahaha di bandung kan artinya diem, saya jadi kebayang, “Cicing siah!” berarti bisa berarti “Diem kamu!” atau “a...